Dari RSJ Porong Lawang

Terapi Tepat Pasien Bisa Sembuh
Saturday, 12 January 2008 (Koran Surya)

Untuk memenuhi tugas kuliah Psikologi Abnormal dan Psikopatologi, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) harus terjun ke lapangan melihat kondisi pasien yang memiliki gangguan jiwa. Jika selama ini hanya mendapatkan teori di kelas, dengan turun langsung setidaknya dapat merasakan dan berinteraksi dengan pasien yang dirawat dengan terapi khusus.Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Radjiman Wediodiningrat atau yang lebih dikenal sebagai RSJ Sumber Porong Lawang menjadi tujuan pada Jumat (4/1). Banyak kisah dan pengalaman berharga yang saya dapat dari kunjungan ini. RSJ seperti dunia baru dengan kehidupan yang berbeda. Saya mendapati banyak pasien yang mengalami gangguan jiwa, mulai dari yang hampir sembuh sampai yang gangguannya parah, seperti menarik diri dari lingkungan, kepribadian obsesif-kompulsif, paranoid, schizofrenia, manik depresif, hingga fobia sosial.

Di tempat yang dibuka pemerintah Belanda pada 23 Juni 1902 ini mahasiswa diajak berempati dan beraktivitas di sana. Saya mengunjungi bangsal demi bangsal. Ketika sampai di bangsal tempat pasien gangguan manik depresi, saya dikejutkan oleh teriakan sangat kencang sambil menangis sejadi-jadinya. Pasien ini terlihat histeris dan meraung-raung tak keruan. Tetapi tiba-tiba dia terdiam ketika teman-temannya menenangkan. Emosinya tidak terkontrol. Sesaat menangis keras, ketika diam dia langsung bisa tersenyum manis, bahkan tertawa bila stimulusnya berubah.

Ada lagi perjumpaan dengan pasien yang terkena fobia sosial. Dia terlihat tidak mau kontak dengan orang lain. Ketika disapa dia malah kembali ke kamar dan tidak mau keluar lagi. Penanganan pasien sangat personal. Terapi yang diberikan psikolog atau psikiater sesuai dengan kebutuhan pasien. Dengan terapi ini tak sedikit yang sembuh dan kembali ke masyarakat.

Proses penyembuhannya memang tidak gampang. Keluarga dan masyarakat diharapkan ikut memberikan lingkungan yang sehat agar secara fisik dan mental pasien bisa hidup tenang kembali. Tantangan hidup memang makin berat. Jika tidak pandai-pandai mengatur keseimbangan, bukan tak mungkin pasien di RSJ membeludak.

Oleh
Erik Purnama Putra
Fotografer Koran Kampus Bestari Universitas Muhammadiyah Malang
erikeyikumm@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: