Keberadaan Candi di Wilayah Malang

Mahakarya Terlupakan
Monday, 18 February 2008 (Koran Surya)

Candi yang disebut sebagai mahakarya yang diciptakan oleh sebuah rancangan dan kekuatan yang sempurna oleh manusia, ternyata tak dijaga baik. Bila berkunjung ke Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu) dan kebetulan Anda peminat budaya, tak ada salahnya singgah dan melihat-lihat warisan budaya zaman dulu. Di Malang Raya banyak sekali masterpiece peninggalan zaman kerajaan. Malang dulu adalah pusat pemerintahan Kerajaan Kanjuruhan, Kerajaan Singosari, dan termasuk pusat wilayah Kerajaan Majapahit.

Wisata sejarah dan budaya memang kalah populer dibanding wisata lainnya. Wajar saja karena potensi yang ada tak digarap maksimal. Pemerintah sepertinya melupakan keberadaan wisata tersebut yang sebenarnya dapat menarik wisatawan, terutama pecinta sejarah, baik wisatawan domestik maupun manca negara. Padahal Malang adalah pusat peradaban modern pertama di Jawa Timur. Hal itu dapat dibuktikan dengan ditemukannya Prasasti Dinoyo yang bertuliskan 760 Masehi atau tahun 682 Saka di Desa Merjosari, lima kilometer sebelah Barat Kota Malang.

Dari berbagai situs yang ada, semuanya berkaitan. Bila ditarik benang merah, sebenarnya daerah Malang Raya ”dijaga” dan dilindungi oleh daerah pegunungan. Di utara ada Gunung Arjuno, Gunung Tengger di sebelah timur, Gunung Kawi di barat dan Gunung Kelud di selatan.Sementara keberadaan candi ada di tiga penjuru wilayahnya. Di Desa Songgokerto, Batu, ada Candi Songgoriti. Juga Candi Badut di daerah Tidar, Kota Malang. Di sebelah utara ada Candi Singosari dan Sumberawan. Di sebelah timur ada Candi Jago dan Kidal, di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Tak mau mau terus-terusan dikritik karena tak memperhatikan keberadaan benda-benda bersejarah tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, akhir tahun kemarin sempat mengadakan kegiatan Grebek Singosari. Sebuah acara yang dikemas dengan mengunjungi semua candi yang menjadi situs penghubung Kerajaan Singosari. Dimulai dari kunjungan ke Candi Badut, kemudian di lanjutkan ke Candi Kidal, dan Candi Jago dan terakhir kunjungan ke Candi Singosari, sebagai tempat puncak acara.

Pemkab beranggapan bahwa untuk mengingat romantisme masa lalu tentang Singosari sebagai awal peradaban manusia di Jawa Timur, perlu untuk diadakan acara seperti ini mengingat kebesaran sejarah Kerajaan Singosari masa lalu. Jika melihat kemeriahan dan semarak acaranya, pasti kita dibuat kagum. Seolah-olah Pemkab sudah memberikan perhatian lebih akan keberadaan candi yang dikunjunginya. Namun sayangnya, yang ditampakkan dalam acara Grebek Singosari itu, hanyalah seremonial kegiatan dan hiruk-pikuk acara penelusuran jejak kejayaan Singosari saja, tak lebih!

Bagi sebagian orang yang cukup teliti dan paham sejarah, pastinya akan hanyut dalam kekecewaan karena dari ke empat candi yang dikunjungi, semua kondisinya mengenaskan dan kurang terawat. Candi yang disebut sebagai mahakarya yang diciptakan oleh sebuah rancangan dan kekuatan yang sempurna oleh manusia, ternyata tak dijaga baik. Warisan leluhur yang patut dibanggakan tersebut, ternyata hanya sebuah simbol yang tak dipedulikan keberadaannya. Bangunan yang tersusun dari bebatuan tersebut memang masih kelihatan tegak dan kokoh namun keindahannya mulai terlihat pudar.

Dan itu yang disesalkan para budayawan dan antropolog, serta arkeolog. Padahal dari situs candi, peradaban bisa dilacak. Sayangnya, hampir semua candi kondisinya mengenaskan. Dari kejauhan memang tampak megah dan kokoh, tetapi bila dilihat dari jarak dekat, kondisi candi sangat rapuh dan keropos. Selayaknya pemerintah mengambil tindakan untuk melindungi karya agung tersebut, bila tidak ingin keberadaan candi nantinya musnah dan hilang karena ulah manusia yang tak mau menjaga warisan leluhur.

Oleh
Erik Purnama Putra
Fotografer Koran Kampus Bestari Universitas Muhammadiyah Malang
erikeyikumm@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: