Wartawan Kampus

Dunia Jurnalis Itu Menyenangkan
Monday, 05 November 2007 (Koran Surya)

Saya bisa ikut seminar gratis, ikut kuliah tamu dari praktisi akademik luar negeri, berbincang dengan artis, dan bertemu dengan pejabat tinggi nasional.
Harus menepati tenggat waktu yang ditentukan adalah saat paling mendebarkan bagi wartawan. Juga wartawan kampus, wartawan yang menulis untuk koran kampus seperti yang saya lakukan.

Yang saya ini bukan sekadar basa-basi dan tak ada buktinya. Hal itulah yang setidaknya saya rasakan setelah enam bulan menjadi jurnalis koran kampus, di tempat saya kuliah. Karena beranggapan kuliah saja tidak cukup untuk mendapatkan ilmu yang diinginkan, akhirnya saya memutuskan untuk mencarinya di luar perkuliahan dengan mendaftar menjadi fotografer (kadang-kadang juga menjadi reporter) di koran kampus ini.
Eh, kok saya diterima, setelah melewati berbagai seleksi yang ditetapkan pihak kampus. Akhirnya saya menjadi seorang wartawan amatiran yang ditugasi meliput seluruh kegiatan dan agenda kampus. Karena masih baru dan didukung semangat yang menggebu, saya menjadi suka sekali menulis berita setiap kali ada kegiatan di kampus.

Seiring berjalannya waktu, enak juga ternyata menjadi wartawan itu, meskipun hanya dalam lingkup kampus. Keuntungannya, saya bisa ikut seminar gratis, ikut kuliah tamu dari praktisi akademik luar negeri, berbincang dengan artis, bertemu dengan pejabat tinggi nasional, sampai dengan dapat kesempatan berkenalan dengan wartawan dari media nasional. Sebuah perasaan yang sangat tak terhingga senangnya dan tak pernah terpikir sebelumnya.

Sejak bergabung dengan koran kampus, sejak itu pula saya mendapatkan banyak sekali info terbaru mengenai perkembangan kampus, serta wawasan dan cakrawala menjadi bertambah luas. Di samping itu, saya bisa jadikan pengalaman bergabung menjadi wartawan kampus sebagai sarana pembelajaran dan praktik langsung bagaimana rasanya bekerja di sebuah media massa itu nantinya.

Tak ketinggalan, saya jadi lebih senang untuk menulis berita, sehingga secara tak langsung membuat tulisan saya menjadi lebih sistematis dengan alur baik. Sehingga bila nantinya saya dapat diterima sebagai wartawan, setidaknya saya pernah merasakan atmosfer dunia jurnalistik.

Tentu saja dengan saya aktif bergabung di koran kampus membawa konsekuensi tersendiri. Saya jadi lebih sering di kampus dan bahkan sampai menginap berhari-hari di kampus bila koran akan terbit. Koran kampus ini terbit sekali sebulan. Saya juga harus lebih pandai mengatur waktu kuliah, karena kadang-kadang ada acara yang berbarengan dengan jam kuliah. Tetapi dari pengalaman itu, saya jadi bisa lebih menghargai dan memanfaatkan waktu dengan baik.

Memahami proses pencetakan membuat saya menghargai upaya orang lain. Saya mengikuti sejak mengedit berita oleh redaksi, memasukkan berita yang akan dimuat, pemberian caption pada foto, proses setting lay out, hingga mengirim master yang akan dicetak. Bila korannya sudah dicetak, ada perasaan bangga karena tulisan dibaca orang lain. Karena itulah sampai sekarang saya menjadi betah dan malahan terus ingin menulis berita setiap kali ada kegiatan di kampus tercinta.

Oleh
Erik Purnama Putra
Koordinator Koran Kampus Bestari UMM
erikeyikumm@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: