Menulis Itu Bukan Perkara Sulit

Ahad, 23 Maret 2008 (Surya)


Orang boleh pandai setinggi langit, namun selama tidak menulis, ia akan hilang dari sejarah. Itulah salah satu ungkapan (pesan) Pramoedya Ananta Toer, seorang penyair besar yang dimiliki Bangsa Indonesia. Apa yang diomongkan Pramoedya itu ada benarnya. Meskipun seseorang itu memiliki otak yang super jenius pun, tetapi jika dia tak mempunyai karya tulis semasa menjalani kehidupan di dunia, orang itu pasti akan terlupakan dari ingatan masyarakat ketika sudah meninggal. Karena tak mempunyai karya tulisan yang dapat dijadikan referensi oleh masyarakat.

Kondisi itu berbeda jika seseorang memiliki karya tulis. Seorang penulis akan selalu dikenang meskipun dia sudah terkubur dalam tanah melalui karyanya, baik berupa tulisan artikel, buku maupun karya penelitian. Sehingga orang itu akan tetap dikenang bersama tulisan yang dia buatnya, karena karya tulisnya masih bermanfaat dan dibaca banyak orang, yang membuat setiap pembaca mengenang pembuat karya tulis tersebut.

Apakah Anda pernah berpikir bahwa sejarah sebuah bangsa itu lebih banyak dipengaruhi dan ditentukan oleh penulis.Pendapat tersebut tak sepenuhnya keliru. Seorang yang berprofesi sebagai penulis yang mampu membuat karya besar akan mampu memberikan pengaruh yang luar biasa bagi pembacanya di masa kini dan akan datang. Contoh nyata adalah Soe Hok Gie. Karyanya tetap dikenang hingga sekarang, dan bahkan mampu memberikan pengaruh pola pikir yang luar biasa bagi pembaca, terutama generasi muda. Gie seakan mampu menggiring setiap pembaca untuk turut hanyut dalam pemikirannya, hingga pembaca tersebut akan terpengaruh pemikiran yang dituangkan Gie dalam buku catatan hariannya.

Seorang penulis secara tak langsung akan mampu mempengaruhi pembaca yang membaca karya tulisnya. Sungguh tak bisa dipungkiri, seorang penulis itu mampu merubah dunia dan sejarah hanya dengan melalui goresan pena yang dituangkannya ke dalam kertas. Sejarah bangsa juga mencatat hanya orang yang punya sebuah karya tulis, yang lebih akrab atau familiar di telinga masyarakat.

Di Indonesia sendiri aktifitas menulis belum menjadi sebuah trend dalam masyarakat. Jumlah penulis tak banyak dan sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah total penduduk Indonesia. Kegiatan tulis-menulis masih belum mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Mungkin banyak yang beranggapan bahwa profesi menulis tak menjanjikan kecukupan finansial. Sehingga banyak orang lebih tertarik menjadi pembicara daripada penulis, karena penghasilan yang didapatkan jauh lebih tinggi.

Bagi banyak orang menulis dianggap sebagai sebuah aktivitas yang sulit dilakukan. Sehingga banyak orang membayangkan menulis itu sulit dan kondisi itu hampir dirasakan semua orang. Bahkan bagi seorang yang telah terbiasa menulis, kadang pemikiran seperti itu masih saja muncul. Apalagi bagi seorang penulis pemula atau masih awam dengan dunia penulisan, kesulitan akan semakin sering muncul, yang membuat orang itu akan merasa tak mampu menulis, sehingga tak jadi menulis.

Saya pun juga sering mengalami hal tersebut di atas. Menulis bagi saya sungguh sangat berat apalagi saat memulai harus menulis seperti apa yang ada dalam otak, namun jika tak dipaksa, pastinya kita tak akan pernah menulis. Sehingga menulis itu pun perlu dipaksakan agar kita tak kalah dengan setiap hambatan yang membuat kita jadi malas menulis dan menganggap menulis sebagai kegiatan yang sulit dilakukan. Karena itu, ketika ada minat untuk menulis, saat itu juga kita harus merealisasikannya dalam bentuk tulisan. Jangan menunda-nunda, karena hal itu yang akan membuat menulis sebagai aktifitas yang sulit.

Erik Purnama Putra
Jurnalis Koran Bestari UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: