Demo Anarkis, Masyarakat yang Dirugikan

Kamis 3 Juli 2008 (Duta Masyarakat)

Demonstrasi menentang kebijakan penaikan bahan bakar minyak (BBM) Selasa (24/6) yang berakhir ricuh perlu ditindaklanjuti aparat kepolisian. Insiden itu telah mencoreng nama baik Indonesia di mata internasional. Tak kalah ’hebatnya’ nama mahasiswa pun juga ikut tercoreng akibat aksi brutal beberapa oknum mahasiswa itu yang telah melakukan tindakan di luar kontrol.

Aksi demo yang di luar batas hingga menimbulkan bentrokan antara mahasiswa dengan aparat kepolisian juga perlu diselidiki lebih lanjut. Karena aksi protes mahasiswa yang di luar kendali itu mengundang tanda tanya besar bagi masyarakat, karena mengapa sekarang ini setiap terjadi demo selalu berakhir dengan tindakan anarkis?

Mahasiswa yang notabene adalah kaum muda intelektual yang progresif adalah golongan orang yang pastinya tahu dan secara sadar paham atas tindakan yang dilakukannya. Hal itu juga berlaku saat mereka sedang berdemo menentang kebijakan penaikan BBM. Sangat disayangkan jika melihat realita di lapangan bahwa mahasiswa bertindak dalam melaksanakan demo penaikan BBM. Karena mereka demo pada dasarnya adalah menyuarakan kepentingan rakyat dan membantu rakyat dalam menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah, tetapi mengapa para mahasiswa yang berdemo saat itu malah merugikan masyarakat akibat tindakan anarkisnya? Ini yang perlu ditelisik lebih jauh.

Demo yang berakhir ricuh telah membuat kerusuhan dan kenyamanan masyarakat menjadi terganggu. Demo yang diikuti dengan perusakan kendaraan dan pembakaran berbagai berbagai fasilitas umum itu tentu mencoreng wajah mahasiswa itu sendiri. Karena membuat masyarakat menjadi antipati terhadap mahasiswa yang melakukan demo.

Memang bisa dipahami jika masyarakat akhirnya cenderung apatis dan tak mendukung lagi demo yang dilakukan mahasiswa, karena setiap selesai demo selalu berujung pada kerusuhan. Sehingga sudah seharusnya sejak sekarang perlu diluruskan kembali komitmen mahasiswa jika akan melakukan demo.

Karena itu, tindakan kepolisian yang menangkapi provokator sudah benar, dan bila perlu polisi juga harus mengusut lebih jauh siapa dalang yang menggerakkan demo itu. Pasalnya akibat demonstrasi mahasiswa tersebut, masyarakat yang akhirnya menjadi pihak yang paling dirugikan. Jika masyarakat yang menjadi pihak yang paling dirugikan akibat demo mahasiswa itu, terus ke depannya mahasiswa akan mengatasnamakan siapa jika akan berdemo. Karena selama ini mereka melakukan akis demo selalu berlindung karena menyuarakan aspirasi masyarakat.

Erik Purnama Putra
Mahasiswa UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: