Dicari, Mahasiswa Mau Berkarya

Friday, 02 May 2008 (Surya)

Mungkin bagi sebagian besar orang, barang bekas seperti koran, kertas, botol minuman, besi berkarat, dan kardus tak ada artinya. Karena pada dasarnya memang beberapa barang tersebut sudah tak terpakai lagi dan biasanya tergeletak di sembarang tempat.

Padahal barang-barang tersebut mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi untuk dijual. Di daerah kos-kosan teman saya pun, kebanyakan mereka tak terlalu peduli dan cenderung acuh tak acuh dengan barang bekas yang dipunyainya.

Melihat itu saya tak tinggal diam. Ini peluang yang bisa mendatangkan keuntungan finansial yang tak sedikit jumlahnya bila ada sebuah tempat khusus untuk menampung segala barang bekas, seperti koran, botol minuman, maupun logam bekas. Jadi saya tak perlu terjun langsung ke lapangan untuk menjadi pemulung dengan mencari barang bekas yang berserakan di lingkungan masyarakat atau meminta kepada pemiliknya.

Ini saya jadikan bahan tulisan proposal lomba yang diadakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Dirjen Dikti Depdiknas). Saya membuat proposal tentang penampungan barang bekas sebagai usaha mandiri mahasiswa di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Malang. Proposal ini diikutkan di bidang Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK) periode 2008.

Setelah menunggu hampir empat bulan, datang kabar baik, proposal PKMK saya lolos seleksi dan layak didanai Dirjen Dikti. Tentu saja kabar itu saya sambut dengan penuh suka cita. Konsekuensi dari diterimanya proposal PKMK, dengan dana hibah saya mulai usaha penampungan barang bekas. Meskipun bukan satu-satunya orang peraih dana hibah yang mewakili kampus, namun saya tetap layak berbangga diri karena mampu menyisihkan beberapa saingan.

Tak menunggu waktu lama, bersama teman kelompok, kami mulai bergerak menyiapkan segala keperluan yang berkaitan untuk memulai usaha penampungan barang bekas. Peralatan timbangan hingga survei tempat dengan harapan usaha ini bisa segera berjalan. Setelah semua persiapan berjalan lancar, saya memasang iklan di koran kampus untuk mengenalkan usaha ini.

Motivasi saya bukan mencari keuntungan saja karena tujuan utama menambah pengalaman dan melaksanakan program dari Dirjen Dikti yang sesuai dengan isi proposal. Sehingga meskipun harus mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran saya nyaman menjalaninya.

Setelah berjalan lebih dari sebulan, usaha ini sudah bisa mendatangkan keuntungan, walaupun jumlahnya tak seberapa. Banyak mahasiswa yang menjual kertas dan koran bekas. Lama-kelamaan barang-barang bekas bertumpuk dan akhirnya saya jual. Dari perputaran usaha itu, saya bisa mendapatkan profit yang membuat hati ini lega.

Meskipun capek mengurusi usaha penampungan barang bekas, namun hal itu menjadi sebuah kenikmatan sendiri. Ternyata berdagang itu membutuhkan tekad yang kuat dan pantang menyerah. Pada masa awal berjalannya usaha penampungan barang bekas ini, saya sempat kesal karena tak ada konsumen yang menjual barang bekasnya.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya usaha ini mendatangkan keuntungan meskipun belum balik modal. Tetapi tak apalah, karena modal yang saya punya juga bukan dari kantong pribadi, melainkan dapat dari Dirjen Dikti.

Oleh
Erik Purnama Putra
Mahasiswa UMM Peraih Dana Hibah PKMK 2008 dari Dirjen Dikti
erikeyikumm@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: