Entaskan Buta Aksara Masyarakat Jatim

Selasa 20 Mei 2008 (Seputar Indonesia)

Pendidikan adalah modal dasar bagi pondasi membangun bangsa. Di tengah dunia pendidikan  Indonesia  yang belum banyak berperan terhadap kemajuan bangsa. Ternyata masih banyak hambatan yang terjadi di dunia pendidikan yang harus segera di atasi. Salah satu masalah yang berkaitan dengan dunia pendidikan adalah masih banyaknya masyarakat yang buta huruf dan tak mengenyam pendidikan formal.

Jawa Timur (Jatim) adalah provinsi penyumbang masyarakat buta aksara tertinggi di  Indonesia  dengan jumlah 4,5 juta atau 29,02 persen dari total jumlah penduduk buta aksara di Indonesia. Sebagai provinsi penyumbang terbanyak masyarakat yang buta aksara perlu segera untuk dilakukan evaluasi sistem pendidikan dengan memberikan pendidikan non formal bagi penduduk tersebut. Karena dengan jumlah warga 4,5 juta yang buta aksara, Jatim dapat dikatakan sebagai provinsi tertinggal dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Calon gubernur (cagub) dan wakil Jatim yang terpilih nanti harus memperhatikan masalah itu. Alokasi anggaran APBD nanti harus dibuat pro dengan sektor pendidikan. Karena dunia pendidikan sedang menanti komitmen cagub Jatim yang akan membangun Jatim dengan pondasi pendidikan. Aturan UUD 1954 yang mengatakan bahwa pemerintah harus memenuhi sektor pendidikan sebesar 20 persen dari APBD harus dipenuhi. Sehingga tak ada alasan bagi gubernur terpilih nantinya untuk tidak memperhatikan pendidikan bagi masyarakat Jatim.

Namun sampai saat ini saya masih belum yakin ada cagub dan wakilnya nanti yang bakalan memenuhi amanat konstitusi itu. Karena pasti banyak alokasi dana yang dianggarkan untuk sektor lainnya. Apakah pemerintah daerah tidak malu menyandang gelar sebagai provinsi yang terbanyak menyumbang masyarakat buta aksara di tingkat nasional. Padahal sebagai provinsi yang diperhitungkan seluruh provinsi lainnya, Jatim harusnya mampu lebih baik dalam menyelenggarakan dunia pendidikan non formal guna mengentaskan buta aksara.

Pembangunan fisik di tiap kota  Jatim tak akan ada artinya bila masih banyak masyarakat yang tak bisa membaca. Kita tunggu saja komitmen dari beberapa cagub yang akan maju dalam Pilgub 2008 nanti. Apakah mereka akan rela memotong anggaran untuk dialokasikan untuk dunia pendidikan demi mengejar kualitas SDM yang baik melalui pendidikan. Ataukah malah lebih mementingkan pembangunan fisik dan gedung-gedung semata.

Saya yakin apabila jumlah penyandang buta aksara masyarakat Jatim menurun, maka kualitas SDM Jatim akan meningkat dan pembangunan dapat dengan cepat ditingkatkan. Kita tunggu komitmen cagub terpilih nanti untuk merealisasikan agenda pengentasan buta aksara masyarakat Jatim.

Erik Purnama Putra
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: