Madu dan Khasiatnya

Jumat, 28 Maret (Surya)

Sudah berabad-abad lamanya madu dijadikan sebagai obat yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit tertentu. Berbagai tokoh besar dunia pun mengakui khasiat madu dan mengkonsumsinya. Kabarnya karena membiasakan minum madu secara teratur, Hypocrates, ahli ilmu fisika zaman Yunani kuno, dapat hidup hingga umur 107 tahun. Tokoh Yunani kuno lainnya, yaitu Aristoteles- bapak moyangnya ilmu alam—beranggapan bahwa madu memiliki sifat yang mampu meningkatkan kemampuan antibodi dan kesehatan manusia, serta dapat melindungi berbagai penyakit tubuh dan memperkuat stamina orang yang mengonsumsinya. Sehingga tak perlu diragukan lagi bahwa madu memang luar biasa manfaatnya bagi kesehatan manusia.

Banyak orang percaya terhadap kekhasiatan madu sebagai obat penyembuh berbagai penyakit tubuh. Tak dimungkiri, madu memiliki gizi tinggi dan juga bermanfaat sebagai cadangan makanan, yang itu tak bakalan ditemukan dari berbagai suplemen vitamin mana pun.

Cairan kental manis yang diproduksi Lebah tersebut sudah tak tertandingi keberadaannya sebagai zat pemenuhan kebutuhan tubuh karena penuh dengan vitamin dan mineral penting yang diperlukan tubuh manusia. Madu dapat dipakai sebagai obat penawar racun, pelezat makanan, dan bahkan bisa digunakan sebagai alat perawatan tubuh bagi wanita yang ingin terlihat tetap cantik.

Madu memang sebuah zat cair yang memiliki berbagai efek positif bagi yang meminumnya. Menurut hasil penelitian profesional yang telah dilakukan, setiap 1 kg madu memiliki kandungan senilai 3.280 kalori. Nilai kalori 1 kg Madu sendiri sama dengan 50 butir telur atau 5,575 liter susu, atau 1,680 kg daging. Di samping itu, khasiat Madu juga terkait dengan kandungan gulanya yang tinggi, yaitu fruktosa 41 persen, glukosa 35 persen, dan sukrosa 1,9 persen. Serta unsur kandungan lainnya, seperti adanya kandungan vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, antibiotika, dan berbagai zat lainnya menandakan madu khasiat madu tak tertandingi oleh berbagai zat lainnya.

Dalam Al Quran, Surat An Nahl ayat 68-69, dijelaskan tentang khasiat madu yang sudah tergambarkan dengan jelas sebagai obat yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit yang diderita manusia. Sehingga oleh Sang Pencipta, manusia diperintahkan untuk mengkonsumsinya.

Sementara bagi ibu yang sedang menyusui bayinya, madu- di samping ASI tentunya—sangat bermanfaat bagi perkembangan bayi tersebut. Karena pemberian madu kepada bayi bisa menyebabkan susunan darahnya menjadi baik, yaitu jumlah eritrosit meningkat, demikian juga kandungan hemoglobin (zat darah merah) akan meningkat pula. Sehingga perkembangan bayi dapat lebih baik dan kesehatannya terjaga. Madu juga baik bagi penderita penyakit diabetes, karena madu dapat berfungsi menstabilkan kandungan gula darah.

Tak heran bila cairan yang dihasilkan lebah ini menjadi obat mujarab. Pemanfaatannya sejalan dengan semangat kembali ke alam karena dalam madu tidak terkandung zat kimia beracun.

Erik Purnama Putra

Jurnalis Koran Bestari UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: