Pemerintah Harus Kembangkan Pertanian

Rabu 7 Mei 2008 (Media Indonesia)

Sekarang ini, masyarakat dunia sedang menghadapi era kehidupan baru, sebuah realita yang mengancam kehidupan manusia. Bentuk ancaman itu adalah karena faktor melambungnya berbagai macam kebutuhan pokok dunia dan krisis energi. Kenaikan harga yang diluar jangkauan daya beli masyarakat membuat mereka menjadi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan perutnya. Dapat dikatakan era zaman harga kebutuhan pokok murah telah berakhir.

Melonjaknya harga makanan membuat banyak negara mengalami krisis pangan yang berujung pada kerusuhan. Tercatat sudah 41 negara miskin yang mengalami kerusuhan akibat krisis pangan yang berujung pada aksi anarkisme dan mengamuknya masyarakat di negara tersebut. Salah satu contohnya adalah apa yang terjadi di Negara Haiti, di mana karena rakyat banyak yang mengalami kelaparan akibat inflasi barang yang membubung tinggi, membuat rakyat Haiti menyerbu Istana Negara untuk mencari makanan. Sehingga kondisi negara itu menjadi chaos dan berujung pada seruan kepada pemimpin negara untuk tersebut untuk meletakkan jabatannya.

Fenomena krisis pangan itu juga mulai dirasakan Bangsa Indonesia. Akhir-akhir ini harga makanan sangat mahal dan diluar jangkauan daya beli rakyat. Kedelai dan minyak goreng misalnya, telah mengalami kenaikan di atas 50 persen dalam rentangan hitungan bulan. Kenaikan harga sembilan kebutuhan pokok telah membuat rakyat di negeri ini hidupnya menjadi bertambah berat.

Seperti yang kita tahu, sebelumnya rakyat Indonesia hidupnya sudah menderita akibat tekanan hidup yang berat. Menyikapi kondisi itu, pemerintah harusnya cepat tanggap untuk meringankan beban kehidupan masyarakat kelas bawah, karena kenaikan harga pangan saat ini sudah mencapai taraf mengkhawatirkan. Padahal seperti yang kita tahu, dari hasil penelitian didapatkan data bahwa pengeluaran terbesar masyarakat kelas bawah tersedot kepada pemenuhan kebutuhan pangan yang mencapai 70-90 persen dari pendapatannya.

Dengan akan terus melonjaknya harga barang kebutuhan, mau tak mau harus ada upaya konkret dari pemerintah untuk melindungi rakyat Indonesia dari ancaman krisis pangan akibat tak terbelinya harga kebutuhan makanan.

Sudah saatnya pemerintah untuk kembali melirik sektor pertanian yang selama ini dilupakan. Pemerintah harus melakukan gerakan revitalisasi dan mendukung upaya untuk mengangkat kesejahteraan petani, yang sejak awal kemerdekaan harkat hidupnya tak pernah beranjak baik. Asal diketahui, meskipun sektor pertanian selama ini selalu dianak tirikan pemerintah, namun karena keuletan dan ketabahan petani dalam melestarikan tanaman, petani tetap saja bercocok tanam walaupun tak menjanjikan kesejahteraan hidup. Diharapkan sektor pertanian dijadikan sebagai basis andalan mengatasi kemiskinan dan pengangguran.

Sebagai negara yang diberkahi alam subur, sudah sepatutnya Indonesia mawas diri dan menjadikan pertanian sebagai sektor unggulan dalam pembangunan dan strategi untuk menghadapi ancaman krisis pangan yang sedang dialami dunia.

oleh
Erik Purnama Putra
Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang 65144, Gedung Student Center Lantai 1 Bestari UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: