Pendidikan dan Kesehatan Harus Diprioritaskan

Senin 5 Mei 2008 (Sindo)

Sejauh pengamatan saya, dari semua calon gubernur (cagub) dan wakil gubernur (cawagub) yang bakalan maju dalam pemilihan gubernur Jawa Timur (Jatim) 2008, hampir tak ada yang berani berkampanye menyediakan anggaran sebesar 20 persen untuk dana pendidikan. Padahal sektor pendidikan adalah faktor terpenting sebagai landasan membangun Jatim ke depannya.

Sampai saat ini, setiap kunjungan para cagub dan cawagub ke berbagai daerah di pelosok Jatim, hampir semuanya hanya sekedar mengobral janji program jika terpilih nantinya. Dan sayangnya, banyak masyarakat daerah yang langsung terpukau oleh janji manis yang dikatakan calon tersebut. Hal itu bisa dimaklumi, karena selama ini para cagub dan cawagub tersebut lebih banyak turun untuk mendekati kalangan orang tua yang sudah sepuh dengan tingkat pendidikan yang rendah, yang bahkan banyak diantara mereka yang masih buta huruf.

Sudah seharusnya para cagub dan wakilnya mulai sekarang memperhatikan kondisi masyarakat miskin dengan tingkat pendidikan yang rendah. Karena dari tahun ke tahun, jumlah penduduk yang mengenyam pendidikan masih rendah, bahkan banyak yang tak sekolah. Realita itu seharusnya menjadi catatan tersendiri bagi para cagub dan wakilnya jika dalam pemilihan gubernur nantinya terpilih.

Di samping pendidikan, gubernur terpilih dan wakilnya juga harus menjadikan pendidikan dan kesehatan menjadi skala prioritas untuk membangun kualitas masyarakat Jatim. Karena sektor pendidikan dan kesehatan merupakan dua hal yang mendesak untuk diperhatikan, dan kedua aspek tersebut banyak bersentuhan dengan masyarakat miskin. Sehingga dengan ditingkatkannya aspek pendidikan dan kesehatan, masyarakat bisa terbantu dengan program itu.

Apalah artinya banyak mal berdiri diberbagai kota besar Jatim, namun di sisi lain masih banyak masyarakat kita yang tak bisa mengenyam pendidikan dan kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Mulai sekarang idealnya calon gubernur harus sudah mempunyai blue print yang akan digunakan sebagai master plan pembangunan Jatim ke depannya. Masyarakat harus menolak tegas cagub dan cawagub yang program kampanyenya tak memperioritaskan pendidikan dan kesehatan.

Rakyat juga harus menagih janji kepada gubernur terpilih jika mereka lebih mengutamakan pembangunan fisik daripada pembangunan kualitas manusianya. Karena itu sama saja dengan pembodohan.

Oleh
Erik Purnama Putra (erikeyikumm@yahoo.co.id)
Mahasiswa Psikologi UMM

Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang 65144, Gedung Student Center Lantai 1 Bestari Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: