Pentingnya Energi Jalan Lain

Kamis 19 Juni 2008 (Duta Masyarakat)

Harga bahan bakar minyak (BBM) dunia semakin tidak terkendali. Rekor demi rekor terus tercipta hingga sekarang mencapai US$135 per barel. Bahkan banyak kalangan dunia menduga di akhir tahun nanti harga minyak sudah menyentuh angka US$200 per barel. Di sinilah masalah yang akan membuat repot pemerintah Indonesia.

Bangsa Indonesia yang sekarang ini menjadi net importir bakalan kelabakan dengan situasi kenaikan harga dunia yang tidak menguntungkan tersebut. Efek buruk dari terus melonjaknya harga minyak adalah beban subsidi yang harus ditanggung APBN yang terus bertambah. Di samping naiknya subsidi untuk BBM, pemerintah juga harus menambah subsidi kepada PLN sebagai perusahaan penyedia jasa layanan listrik.

Kondisi itu terjadi karena hingga saat ini sebagian besar pembangkit listrik milik PLN instalasi pembangkitnya masih banyak yang menggunakan BBM sebagai bahan menggerakkan turbin yang menghasilkan listrik. Sehingga kenaikan BBM langsung berdampak negatif karena beban yang ditanggung negara semakin besar.

Sangat disayangkan sekali, Indonesia yang memiliki potensi alam yang berlimpah ternyata harus menanggung beban berat akibat belum mampunya Indonesia memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang dipunyainya. Sebenarnya Indonesia tak bakalan terpuruk seperti ini apabila pemerintah mau untuk memanfaatkan kekayaan SDA yang dipunyai alam Indonesia.

Jika pemerintah mau memanfaatkan kekayaan alam yang ada di bumi Indonesia, bukan tak mungkin Indonesia malah menjadi negara yang berlebih dalam hal pasokan energi. Misalnya pemerintah mau membuat pembangkit listrik yang berbasis tenaga panas bumi, tentu pemerintah tak perlu mengeluarkan dana dalam jumlah yang banyak untuk menyubsidi PLN. Belum lagi jika PLN mampu membuat pembangkit listrik dengan menyerap energi tenaga surya, tenaga angin, air, biogas, bahkan tenaga nuklir, maka PLN tak akan menghadapi kesulitan bahan baku dalam menyiapkan listrik bagi masyarakat.

Sudah saatnya bagi pemerintah (PLN) untuk mengembangkan pembangkit listrik alternatif di luar pembangkit listrik minyak bumi. Karena apabila terus-terusan masih memakai pembangkit yang digerakkan dari kekayaan alam yang tak dapat diperbaharui tersebut, ke depannya bangsa Indonesia akan kesulitan dalam menyediakan listrik untuk masyarakat. Sebab harga komoditas minyak dari tahun ke tahun trendnya semakin meningkat karena jumlahnya yang terbatas.

Dengan mengembangkan pembangkit listrik tenaga tata surya, biogas, tenaga air, angin, dan bahkan nuklir menjadi sebuah keniscayaan apabila bangsa Indonesia ingin mandiri dalam memenuhi pasokan listrik bagi rakyatnya. Pemerintah diharapkan segera bertindak cepat dan mengkonversi setiap pembingkit listrik yang masih menggunakan bahan bakar sebagai penggerakknya, karena agar dikemudian hari apabila harga minyak dunia tak terkendali, Indonesia aman dari ancaman krisis energi. Kita tunggu saja tindakan pemerintah, apakah berdiam diri saja atau mereka belaar dari pengalam yang sekarang.

Erik Purnama Putra
Aktivis Pers Kampus Bestari UMM
erikeyikumm@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: