Prihatin Kasus Gizi Buruk Balita

Senin 23 Juni 2008 (Duta Masyarakat)

Jatim adalah salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Dengan potensinya itu seharusnya Jatim dapat unggul dalam hal pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM). Namun sayangnya, segala potensi yang dimilikinya tersebut menjadikan Jatim sebagai provinsi dengan label penyumbang jumlah penduduk miskin terbanyak di Indonesia, yang mencapai 38 juta jiwa atau 19 persen total penduduk miskin.

Dampak dari kemiskinan yang dialami penduduk Jatim adalah pembangunan SDM-nya yang jauh tertinggal dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Di samping itu, ada permasalahan baru yang mencul, yang diakibatkan dari penduduk yang menyandang ’gelar’ miskin tersebut, yaitu banyak kasus gizi buruk pada balita yang mengemuka.

Terjadinya kasus gizi buruk di Jatim adalah produk dari banyaknya keluarga miskin yang tidak bisa memberikan asupan gizi cukup untuk dikonsumsi bayinya. Penduduk miskin tersebut tak mampu memenuhi segala kebutuhan bayinya sesuai standart kelayakan konsumsi yang seharusnya diterima balita. Sehingga dari waktu ke waktu jumlah balita yang terkena kasus gizi buruk semakin meningkat.

Data terakhir dari Badan Pusat Statistik (Maret 2007) menyebutkan bahwa di Jatim ada sekitar 5.000 balita yang mengalami kasus gizi buruk, yang hampir semuanya berasal dari keluarga miskin. Bahkan banyak dari balita yang terkena kasus gizi buruk itu meninggal dunia ketika menjalani perawatan di rumah saki karena sudah terlambat untuk ditolong.

Diharapkan calon gubernur (cagub) dan wakilnya yang akan ikut pemilihan gubernur 2008 ini mau memperhatikan kasus gizi buruk tersebut. Para cagub dan cawagub yang akan berkompetisi untuk memperebutkan jabatan sebagai rang nomor satu di Jatim selayaknya untuk bertindak cepat mengatasi kasus gizi buruk tersebut.

Memang gizi buruk pada balita akibat masyarakat miskin yang tak mampu membelikan kebutuhan bayinya yang mengandung cakupan gizi yang cukup. Padahal bayi adalah the next generation yang akan menggantikan penduduk zaman sekarang. Bisa dibayangkan jika bayi yang dalam tahap pertumbuhan tak diberi makanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Pasti akan itu pasti akan mengalami keadaan yang di luar normal.

Para cagub dan wakilnya yang terpilih nanti harus mau menghilangkan jejak gizi buruk dari Jatim. Karena munculnya kasus gizi buruk menandakan adanya sebuah paradoks di masyarakat. Di tengah makin banyaknya penduduk Jatim yang bertambah kaya, namun di sisi lain penduduk miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya jumlahnya makin banyak. Sehingga cagub terpilih nanti harus mempunyai political will yang kuat untuk bertindak ’luar biasa’ menghilangkan kasus gizi buruk pada balita di Jatim.

Erik Purnama Putra  (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang)
erikeyikumm@yahoo.co.id

Satu Tanggapan to “Prihatin Kasus Gizi Buruk Balita”

  1. Semoga Presiden terpilih nanti bisa mengatasi Gizi buruk di negeri ini

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: