Pemerintah Gadaikan Hutan Lindung

Jumat 11 Juli 2008 (Duta Masyarakat)

Demi menyenangkan pemilik modal, pemerintah rela menyerahkan pengelolaan kawasan hutan lindung untuk dikelola swasta. Dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) No. 2 Tahun 2008 tentang Jenis dan tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berasal dari penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di Luar Kegiatan Kehutanan yang Berlaku pada Departemen Kehutanan, membuat hutan lindung di Indonesia terancam keberadaannya. Hal itu dapat dimungkinkan karena pemerintah memberikan mandat kepada investor untuk memanfaatkan sesukanya bagi investor yang memiliki hak untuk mengelola hutan lindung tersebut.

Keluarnya PP tentang pengelolaan hutan lindung tersebut bisa menghapus fungsi lindung kawasan hutan menjadi fungsi ekonomi, tergantung si penyewa yang memiliki hak mau memanfaatkan untuk apa hutan lindung yang sekarang jadi ’miliknya tersebut. Padahal di balik itu, potensi ancaman kerusakan hutan lindung sangat besar dan tak sebanding dengan penerimaan yang didapatkan pemerintah dari harga sewa yang dibayarkan pemilik modal. Tindakan pemerintah itu jelas hanya menguntungkan perusahaan besar semata, karena pemerintah kesannya memanjakan pemilik modal dan membuatnya betah untuk menanamkan investasinya di Indonesia, namun cara yang ditempuh pemerintah kurang tepat.

Sekarang dengan berbekal PP No. 2 Tahun 2008, pemilik modal yang memiliki hak mengelola hutan lindung dapat dengan leluasa merubah kawasan hutan lindung dan hutan produksi menjadi kawasan ekonomi. Hal itu dapat dibuktikan dari lebih 158 perusahaan pertambangan besar, macam PT Freeport dan Newmont yang memiliki ijin untuk mengelola kawasan lindung yang luasnya sekitar 11,4 juta hektare itu. Tentu perusahaan tambang itu akan dengan senang hati mengelola kawasan hutan lindung karena hanya perlu membayar Rp1,8 juta hingga Rp3 juta per hektare kepada pemerintah.

Angka nominal itu jelas tak sebanding dengan nilai yang terkandung dalam kawasan hutan lindung. Hanya dengan membayar Rp120 hingga Rp300 per meter, mereka bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat dari hasil pengelolaan hutan tersebut. Orang awam pun pasti akan dapat dengan mudah menyimpulkan jika perusahaan besar yang bergerak dibidang tambang akan mengalami untung besar.

Sungguh ironis sekali kebijakan yang diperbuat pemerintah. Jika menengok ke belakang, pemerintah sejauh ini juga masih belum bisa mengatasi kerusakan hutan akibat praktek kegiatan illegal logging yang membuat laju kerusakan hutan di Indonesia menjadi semakin tak terkendali. Tentu kondisi itu terjadi karena kegagalan pemerintah dalam menjaga dan melestarikan hutan.

Seperti yang dilansir Walhi yang menyebutkan bahwa kerusakan luas hutan di Indonesia mencapai 3,8 juta hektare per tahun, meningkat dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, atau Indonesia kehilangan hutannya seluas 7,2 hektare setiap menitnya. Kerusakan hutan itu akibat tidak tegasnya pemerintah dalam memberantas praktek illegal logging hingga membuat hampir di seluruh wilayah Indonesia semua kawasan hutannya mengalami kerusakan, baik yang kecil maupun sangat parah.

Kondisi akan bertambah runyam, karena kerusakan hutan tersebut yang banyak membuat masyarakat yang akhirnya kehilangan penghasilan karena masyarakat pedesaan ini banya yang menggantungkan hidupnya dari hutan. Kerusakan hutan yang terjadi itu tak membuat masyarakat pedalaman menjadi semakin kaya, malahan membuat mereka menjadi miskin.

Sekarang ini hanya hutan lindung yang kondisinya masih terjaga dengan baik dan kerusakannya masih tak terlalu parah. Namun jika pemerintah memang berniat untuk menyerahkan hutan lindungnya yang masih terjaga ekosistemnya kepada pemilik modal, bukan tak mungkin nanti kerusakan lingkungan hutan yang ditimbulkan kepada pengelola hutan makin membuat hutan di Indonesia merana nasibnya.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

erikeyikumm@yahoo.co.id

Gedung Student Center Lt.1 Bestari UMM Jl. Raya Tlogomas No.246 Malang 65155

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: