Bangkit dari Keterpurukan

Senin 21 Juli 2008 (Duta Masyarakat)

Judul di atas adalah harapan banyak masyarakat Indonesia. Tidak dapat dimungkiri jika nasib bangsa Indonesia dari waktu ke waktu kondisi itu terus saja tidak berubah. Sejak Indonesia memplokamirkan diri sebagai bangsa merdeka yang terbebas dari penjajah hingga sekarang, Indonesia tetap saja belum bisa meraih kembali kejayaan seperti era Majapahit. Bahkan jika dibandingkan awal kemerdekaan dengan kehidupan zaman sekarang, Indonesia malah terlihat lebih rapuh dan tidak sekuat dulu lagi dalam menghadapi berbagai tantangan yang terjadi di dunia.

Di era awal kemerdekaan memang bangsa Indonesia kondisinya sangat mengenaskan dan masyarakatnya miskin, namun kondisi itu terjadi karena Indonesia masih dalam tahap baru lepas dari penjajah dan mulai membangun diri menjadi negara yang mandiri. Tetapi setelah lebih dari enam dasawarsa Tanah Air ini merdeka, Indonesia tetap saja bisa disebut sebagai negara miskin dan banyak hutang.

Kekayaan alam yang melimpah ruah dan sumber daya manusia (SDM) yang jumlahnya sangat banyak bukannya menjadi potensi modal untuk membangun kedigdayaan bangsa, namun malah menjadi hambatan dan tantangan yang sulit untuk dibuat sebagai landasan membangun peradaban bangsa.

Tengok saja kekayaan hutan telah habis dan luas hutan semakin mengecil, kekayaan alam banyak dikuasai orang asing dan masyarakat Indonesia hanya mendapatkan bagian yang sangat kecil, belum lagi yang parah adalah kualitas SDM Indonesia yang belum memiliki kemampuan mencukupi guna bersaing dalam tataran lingkup global.

Semua itu terjadi karena salah urus bangsa ini hingga membuat Indonesia menjadi bangsa yang tidak berdaya dan selalu terbelakang dalam percaturan global. Di samping itu, kesalahan konsep pemerintahan (sekarang dan dulu) dalam mengambil kebijakan juga salah satu penyebab Tanah Air ini tidak mampu meraih kejayaan sebagaimana yang dicita-citakan foundhing father, Seokarno-Hatta saat pertama kali memplokamirkan Indonesia menjadi bangsa yang merdeka.

Karena itu, di tengah suasana bangsa ini yang masih memperingati satu abad hari Kebangkitan Nasional dan menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 63 pada 18 Agustus nanti, sudah sepatutnya seluruh elemen bangsa ini untuk bersatu padu dalam menyukseskan gerakan Kebangkitan Bangsa. Hanya dengan bersatu dan bertekad bulat yang didasarkan pada seluruh komponen bangsa, Indonesia bisa lepas dari segala keterpurukan dan merintis menuju sebuah peradaban baru dalam menyongsong Indonesia Baru.

Karena selama ini kita sudah cukup capai hidup dalam sebuah negara yang penuh ironi. Tidak ada yang menyangsikan bahwa Indonesia adalah negara besar, dan dengan segala potensinya mampu berbuat yang lebih dari keadaanya yang sekarang. Karena itu dengan semangat bersatu dan ingin lepas dari keterpurukan, sudah seharusnya moment Kebangkitan Nasional dan hari Kemerdekaan RI dijadikan semangat dalam diri seluruh masyarakat Indonesia untuk menyambut Indonesia Baru, yaitu Indonesia yang lebih sejahtera, makmur, berkedaulatan, aman, tentram, dan berbudaya, serta berperadaban.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: