Pilgub Langsung Jawa Timur

Kamis 24 Juli 2008 (Duta Masyarakat)

Tanggal 23 Juli adalah hari bersejarah bagi masyarakat Jawa Timur (Jatim). Di hari itu pula terukir sebuah titik awal bagi seluruh rakyat Jatim bahwa akan ada sebuah event besar yang akann menentukan nasib provinsi Jatim dalam jangka lima tahun ke depan. Pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim yang pertama diadakan dengan system pemmilihan langsung membawa konsekuensi logis bahwa akan ada pesta demokrasi terbesar di Indonesia, yang dilangsungkan di wilayah Jatim.

Hari pencoblosan yang dilakukan Rabu (23/7) adalah momentum bermakna dan selayaknya masyarakat Jatim ikut menentukan pilihan bagi yang punya hak pilih. Sebelum menjatuhkan pilihannya di dalam tempat pemungutan suara (TPS), pemilih harusnya sudah mempunyai calon yang dirasa layak untuk memimpin provinsi Jatim dalam waktu lima tahun ke depan.

Pemilih diharapkan tidak mencoblos calon gubernur yang memiliki track record buruk. Karena setiap suara yang diberikan akan menentukan arah pembangunan Jatim ke depannya. Sehingga jika pemilih salah menentukan pilihan, bisa jadi dalam lima tahun ke depan masyarakat akan mendapatkan sebuah kepemimpinan yang kurang optimal dan ideal. Karena itu, waktu beberapa detik di dalam TPS sangat berarti dan akan menentukan nasib Jatim.

Sudah saatnya bagi warga, terutama yang mempunyai hak pilih untuk menggunakan hak coblosnnya dan memilih calon gubernur dengan tepat, yang sesuai dengan hati nuraninya. Bukannya memilih memilih calon karena mendapatkan imbalan dan iming-iming tertentu. Sebab pilihan kita juga akan menentukan siapa pemimpin baru pemerintah Jatim. Pasalnya jika kita telah melakukan kesalahan dalam memilih calon dalam TPS yang hanya beberapa detik saja, hal itu berpengaruh dalam pemungutan suara. Apabila kondisi itu dilakukan banyak pemilih, tentu kondisinya bisa runyam dan masyarakat akan mendapatkan seorang gubernur yang kurang layak memimpin Jatim.

Masyarakat Jatim yang semakin kritis dan tidak mudah terpengaruh membuat pertarungan Pilgub Jatim menjadi semarak. Pendidikan masyarakat Jatim yang semakin meningkat juga turut berpengaruh akan jalannya Pilgub nanti. Pasalnya setiap warga tentu sudah punya idola yang akan dipilihnya sesuai dengan hati nuraninya. Karena itu,nhasutan dan rayuan dengann imbalan uang yang biasa disebut serangan fajar bisa diminamilisir dan bahkan tak mempan lagi digunakan sebagai power untuk mempengaruhi masyarakat.

Semoga masyarakat yang mempunyai hak pilih nanti tidak salah mencoblos dan memilih calon. Pilihlah calon yang sesuai dengan hati nurani.

Erik Purnama Putra

Aktivis Pers Koran Bestari UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: