Abaikan Intervensi Asing

Senin 18 Agustus 2008 (Lampung Post)

Ketegasan pemerintah Indonesia sedang diuji. Bukan karena lembek mencopot dua menterinya yang tersandung kasus suap dana BI, melainkan menghadapi tekanan pihak asing. Tidak dalam tempo lama, pemerintah harus menerima sebuah tekanan dari dua pemerintahan, yaitu Amerika Serikat (AS) dan Australia.

Jika AS melalui 40 anggota Kongresnya meminta kepada Presiden SBY untuk segera membebaskan dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), yaitu Filep Karma dan Yusak Pagake agar dibebaskan dari penjara harus ditolak pemerintah. Pasalnya hal itu sama saja sebagai bentuk pengkhianatan kedaulatan negara dan sama dengan ikut mencampuri urusan dalam negeriIndonesia. Sehingga pemerintah berkewajiban untuk mengabaikan permintaan tersebut dan jangan ragu untuk berkata tidak.

Belum selesai intervensi dari AS, lagi-lagi ketegasan pemerintah dalam menerapkan hukuman bagi pelaku kriminal di uji lagi. Kali ini permintaan itu –jika tidak boleh disebut intervensi—disampaikan Menlu Australia yang menginginkan pemerintah Indonesia meninjau ulang hukuman mati terhadap dalang narkoba warga Australia yang dikenal dengan sebutan Bali Nine. Tentu saja sebuah permintaan yang tidak masuk akal dan dianggap sebagai pelecehan bagi penegakan hukum diIndonesia.

Boleh saja pemerintah dalam hal ini Presiden SBY untuk tidak langsung bereaksi menanggapi dua intervensi pemerintah asing yang mencoba mengobok-obok kedaulatan negara. Namun yang tidak boleh dilupakan, seharusnya pemerintah juga harus segera bersikap dan jangan mau terus didikte pemerintah asing. Seolah-olah pemerintah Indonesia itu adalah boneka yang bisa digerakkan sesuai keinginan majikannya.

Untuk itu, pemerintah harus mengabaikan segala intervensi yang dilakukan AS maupun Australia. Jika perlu, pemerintah perlu melayangkan protes balik dengan adanya permintaan pemerintah asing. Pemerintah harusnya mampu menunjukkan diri bahwa Indonesia adalah bangsa besar. Sehingga selayaknya pemerintah menunjukkan diri bahwa sangat salah jika Indonesia  bisa disuruh-suruh untuk sekedar memenuhi permintaan negara asing.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa UMM

Gedung SC Lt.1 Bestari UMM, Jl. Raya Tlogomas No.246 Malang UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: