Hemat Energi Jangan Sebatas Jargon

Kamis 21 Agustus 2008 (Duta Masyarakat)

Seruan Presiden SBY yang mengajak seluruh instansi pemerintah wajib irit energi hingga 30 persen patut didukung. Kebijakan yang merupakan tindak lanjut dari Inpres No 2/2008 tanggal 5 Mei 2008 itu bisa berdampak baik bagi perekonomian negara, terutama dalam hal subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah.

Sebagaimana yang kita tahu, bangsa Indonesia adalah termasuk bangsa yang paling boros energi di dunia, baik itu energi listrik maupun air. Padahal demi menyediakan listrik untuk masyarakat, pemerintah harus bersusah payah, sebab menanggung beban subsidi yang sangat besar. Karena hingga saat ini sebagian besar pembangkit listrik negara masih banyak yang diproduksi dengan menggunakan tenaga minyak.

Seandainya seruan Presiden SBY itu benar-benar dipraktekkan seluruh jajaran lembaga pemerintaha dari Sabang hingga Merauke, beban pemerintah dalam subsidi bisa ditekan hingga 70 triliun. Sebuah angka penghematan yang sangat besar di tengah krisis keuangan yang dialami pemerintah karena melambungnya harga minyak dunia. Di samping itu, jika penghematan itu bisa tercapai, dana yang subsidi itu bisa dialokasikan untuk sektor pendidikan yang notabene masih butuh tambahan anggaran dari pemrintah.

Untuk itu, tidak ada pilihan lain bagi pemerintah untuk menerapkan sangsi yang tegas bagi instansi pemerintah yang tidak patuh dengan seruan penghematan energi. Di samping itu, bagi setiap pemimpin di instansi pemerintah juga harus menerapkan kebijakan penghematan energi kepada setiap anak buahnya di kantor. Karena jika tidak, takutnya seruan Presiden SBY itu hanya jadi angin lalu dan hilang tak berbekas tanpa pernah diaplikasikan seluruh jajaran pegawai negeri, hingga pengematan energi hanya sebatas seruan belaka.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa UMM

(e-mail: erikeyikumm@yahoo.co.id)

(blog: erikpurnama@wordpress.co.id)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: