Kebijakan Listrik Kontraproduktif

Rabu 13 Agustus 2008 (Lampung Post)

Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan berbagai peristiwa pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN. Tindakan melakukan pemadaman listrik bergilir adalah untuk mengantisipasi terjadinya dampak yang lebih berat jika PLN memaksakan untuk tidak melakukan pemadaman. Untuk menyiasati kondisi yang lebih parah, PLN harus menggunakan jalan pintas untuk mengatasi defisit listrik, yaitu dengan cara menerapkan kebijakan pemadaman bergilir.

Hal itu terjadi karena pertumbuhan listrik di Indonesia, baik dari kalangan rumah tangga maupun industri yang naik cukup tinggi ternyata tidak diimbangi dengan tambahan peningkatan pembangkit listrik baru dari PLN. Sudah menjadi rahasia umum jika sejak tahun 1997 hingga sekarang PLN belum pernah mendapatkan tambahan pasokan dari pembangunan pembangkit listrik baru.

Sehingga yang terjadi adalah permintaan aliran listrik terus bertambah dan permintaan konsumsi terus meningkat, sementara di sisi lain PLN bingung untuk mengimbanginya. Karena sejak krisis moneter 11 tahun yang lalu hingga sekarang belum ada pertambahan pembangunan instalasi listrik baru. Sehingga pasokan listrik dari PLN ke pelanggan tetap, sedangkan pertumbuhan konsumsi listrik dari tahun ke tahun terus meningkat yang membuat PLN harus mengambil kebijakan tidak pupulis, yaitu menerapkan pemadaman bergilir.

Penyebab kurangnya pasokan listrik salah satunya ditenggarai karena banyaknya turbin pembangkit listrik PLN yang sudah kuno. Pasalnya seringkali instalasi listrik PLN tersebut harus mengalami perbaikan dan perawatan. Di samping itu, pembangkit listrik yang dimiliki PLN juga banyak yang masih menggunakan penggerak BBM sehingga menyulitkan manajemen dalam mengatasi pasokan di tengah harga BBM dunia yang melambung tinggi.

Defisit listrik PLN yang sampai menyentuh angka 300 mega watt (mw) adalah jumlah yang cukup tinggi dan rawan bagi penyediaan listrik nasional sehingga perlu diambil tindakan luar biasa untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik. Tentu kebijakan itu berdampak luas dan merugikan banyak pihak terutama konsumen indsutri besar dan masyarakat rumah tangga. Pemadaman listrik bergilir telah memukul sektor industri dan menyebabkan kerugian yang besar sekali akibat diterapkannya kebijakan pemadaman bergilir oleh PLN.

Dengan tidak adanya pasokan listrik, industri akan macet produksinya karena karena listrik tidak mengalir dan mesin tidak dapat dijalankan. Sehingga proses kegiatan produksi berhenti. Tak hanya itu, seringnya pemadaman bergilir juga membuat banyak alat elektronik milik masyarakat menjadi rusak dan pelaku industri mengalami kerugian dari banyaknya mesin penggerak pabrik yang mengalami kerusakan. Dampak negatif tidak berhenti sampai di situ, jika dunia usaha tidak jalan tentu saja perputaran arus ekonomi negara menjadi tersendat dan pertumbuhan ekonomi juga akan tertahan pula.

Di sinilah perlunya kita mengkritisi petinggi PLN dan pemerintah selaku pemilik PLN. Pemerintah yang ingin terus memacu perputaran ekonomi agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat malah mengeluarkan kebijakan yang bersifat kontraproduktif. Dengan munculnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 menteri yang mengatur jam kerja industri membuat arus perputaran roda ekonomi menjadi terhambat. Sehingga ujung-ujungnya pertumbuhan ekonomi yang dipatok di atas 6 persen bakalan tidak tercapai, di samping memang efek dari melambungnya harga minyak dunia.

Karena itu, ke depannya pemerintah dalam hal ini PLN harus mempunyai master plan dalam pembuatan rencana pasokan listrik bagi konsumen. Jangan sampai pertumbuhan pertumbuhan ekonomi Indonesia terhambat gara-gara masalah pasokan listrik. Di tengah menunggu tambahan pasokan listrik sejumlah 10.000 mw yang bakal bisa digunakan tahun 2009, tidak ada salahnya jika mulai sekarang jajaran manajemen PLN untuk bertindak lebih arif dalam menyikapi kebutuhan listrik konsumen. Jangan mentang-mentang menjadi pemain tunggal di bidang listrik, PLN bisa seenaknya sendiri mengeluarkan kebijakan yang merugikan pelaku industri dan masyarakat pengguna listrik.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Psikologi UMM

Gedung Student Center Lantai 1 Bestari UMM, Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang 65144

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: