Makan Sate Berbuah Rekor

Senin 11 Agustus 2008 (Surya)

Makan sate kelinci bersama-sama itu ternyata lebih nikmat dan seru daripada makan sendiri. Apalagi jika makan sate kelinci bareng tersebut sampai bisa memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri), pasti lebih senang lagi.

Kegiatan yang diselenggarakan Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetrik) tersebut dilaksanakan di Hallypad kampus UMM (6/8). Kegiatannya sendiri berlangsung sangat meriah hingga mampu menarik perhatian masyarakat sekitar kampus. Peserta acara bakar sate kelinci tersebut diikuti seribu relawan yang terlibat pembakaran sate untuk membakar sate terpanjang sebanyak 25 ribu jumlah tusuk sate yang disediakan pihak panitia.

Karena kegiatan tersebut menarik dan merupakan sebuah kesempatan langka, maka saya memutuskan ikut ambil bagian dalam pemecahan rekor Muri. Di samping itu, motivasi saya ikut adalah karena saya belum pernah merasakan sate kelinci.

Ada cerita menarik seputar kegiatan pemecahan rekor Muri tersebut, yakni acara tersebut hampir gagal karena ketika pembagian sate berlangsung, panitia langsung membagi saja jumlah sate tanpa sepengetahuan perwakilan Muri.

Jumlah sate kelinci yang disediakan sebenarnya berjumlah 25.000 tusuk, tetapi karena kurangnya koordinasi panitia dan kurang tertibnya peserta pembakaran sate, jumlah yang terdeteksi dan sempat dihitung Muri hanya 19.000-an tusuk sate. Terang saja kondisi itu membuat kelabakan panitia, karena pemecahan rekor Muri bisa tidak berhasil dilakukan. Sebab rekor sebelumnya pembakaran sate terpanjang sebanyak 21.000 tusuk yang dipegang kota Balikpapan.

Akhirnya dilakukan perundingan antara panitia dengan Muri untuk menyikapi masalah tersebut. Setelah perundingan cukup alot, didapatkan kesepakatan bahwa pihak Muri memberikan kesempatan kepada panitia untuk memenuhi kekurangan jumlah sate agar rekor Muri dapat dipecahkan dalam tempo satu jam.

Tak dinyana, akhirnya panitia berhasil memenuhi permintaan Muri dan kurang dari satu jam mereka berhasil mengumpulkan 5.000 tusuk sate kelinci. Setelah dilakukan penghitungan ulang, ternyata oleh Muri dinyatakan sah untuk menyandang rekor sebagai pembakaran sate terpanjang dengan jumlah 24.510 tusuk sate.

Meskipun saya bukan panitia, saya puas rekor Muri bisa dipecahkan oleh civitas akademika kampus UMM. Di samping bangga dengan yang perjuangan yang dilakukan panitia, saya pun merasa kenyang karena makan sate hasil yang saya bakar sendiri.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Psikologi UMM

erikeyikumm@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: