Menyoal Kasus Ryan

Rabu 5 Agustus 2008 (Duta Masyarakat)

Masyarakat Indonesia akhir-akhir ini dihebohkan dengan berita mengenai seorang jagal dari Jombang yang bernama Very Idham Henyansyah alias Ryan. Julukan jagal disematkan kepada Ryan karena dia telah membantai sebelas orang. Namun jumlah korban itu bisa terus bertambah jika melihat banyaknya laporan hilang yang diterima polisi dari masyarakat yang kehilangan sanak familinya, yang kesemuanya diduga berkaitan dengan Rian.

Mengerikan sekali jika kita mengamati kasus Ryan. Apa yang diperbuat Ryan sungguh di luar batas kemanusiaan karena dia melakukannya dengan sangat sadis dan tanpa ampun. Pantas saja jika dia dijuluki sebagai sebagai psikopat.

Bayangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim psikiater dan psikolog kepolisian RS Bhayangkara yang ditugaskan untuk mengungkap hasil kejiwaannya, ternyata Ryan menghabisi seluruh korbannya secara sadar, atau dengan kata lain dia membunuh dengan sengaja. Sehingga pantas saja jika jagal dari jombang tersebut didakwa dan dijerat dengan pasal pembunuhan berantai oleh polisi akibat perbuatannya menghilangkan banyak nyawa.

Perbuatan membunuh secara keji yang dilakukan Ryan sebenarnya tidak bisa dilogikan dengan akal sehat. Dengan akal yang sehat dan mampu berpikir secara jernih dia melakukan tindakan menghilangkan nyawa orang lain. Dia juga tahu bahwa tindakannya menghilangkan nyawa manusia bisa membuatnya harus berurusan dengan penegak hukum. Karena itu, kasus ini menjadi perhatian banyak orang dan menjadi polemik di masyarakat.

Ryan yang memiliki gangguan seksual dengan menjadi seorang homoseksual dapat dikatakan termasuk golongan psikopat jika melihat berbagai tindakan dan dampak perbuatn yang dilakukannya. Sehingga masyarakat pasti bakal maklum jika polisi menjeratnya dengan tuduhan pembunuhan berencana sesuai pasal 340 KUHP. Dengan kondisi itu, Ryan bisa dihukum maksimal dan tidak bisa menghindari dari hukuman mati.

Karakter Ryan yang pendiam dan tidak banyak tingkah di masyarakat, serta jarangnya dia bergaul membuat masyarakat menjadi tidak tahu sepak terjangnya selama ini. Padahal dari hasil tes kejiawaan yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa dia memiliki pribadi yang sangat sensitif dan cenderung agresif-kompulsis. Atau dengan kata lain, Ryan sangat mudah marah dan bertindak kasar terhadap orang lain jika dia merasa tersinggung, serta memiliki mood yang gampang sekali berubah. Sehingga dapat diasumsikan tindakannya membunuh karena bisa jadi disebabkan hal yang sepele.

Sebagai makhluk paling sempurna ciptaan Allah Swt. kita sudah selayaknya bersyukur masih diberikan akal sehat yang dapat menjadi control atas apa yang kita kerjakan selama ini. Dengan sering mendekatkan diri dan takwa kepada Sang Pencipta kita bisa dijauhkan dari segala hal yang dapat menjerumuskan kita dari perbuatan kerusakan di muka bumi ini.

Kita jangan sampai meniru Ryan. Dibekali akal dan pikiran yang jernih seharusnya manusia menggunakannya untuk berbuat kebaikan terhadap sesama masyarakat, bukannya digunakan untuk kepentingan yang lain dan menumpuk dosa. Apa yang menimpa Ryan seharusnya menjadi pelajaran kita semua dan dapat diambil hikmahnya, yaitu janganlah kita jauh dari Tuhan Swt. Karena jika kita dekat dengan Sang Pencipta maka itu adalah jalan bagi kita untuk mencapai keselamatan dan dijaga dari perbuatan buruk.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Psikologi UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: