Senayan Berpotensi Jadi Panggung Lawak?

Kamis 28 Agustus 2008 (Sinar Harapan)

Memperbincangkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) seolah tiada habisnya. Setelah dihantam berbagai kasus hitam seputar masalah korupsi yang menyeret beberapa anggota dewan. Kali ini isu masalah banyaknya artis yang diusung partai politik (parpol) yang bakal menjadi calon legislator (caleg) menjadi topik hot di kalangan pejabat pemerintahan, praktisi pendidikan, hingga masyarakat bawah.

Kondisi itu terjadi karena artis yang diajukan jadi caleg dalam menyongsong Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 jumlahnya membengkak dibanding tahun 2004. Tak tanggung-tanggung banyak parpol yang sengaja menjadikan artis sebagai caleg dengan harapan mampu mendongkrak perolehan suara partai.

Sayangnya, hampir semuanya tidak memiliki track record meyakinkan dalam dunia politik. Yang lebih gila lagi, parpol juga mengusung pelawak untuk dijadikan caleg.
Sehingga dunia politik tak ubahnya seperti panggung hiburan yang menyajikan berbagai kekonyolan dan sandiwara, karena indikasinya sudah mulai tampak.

Tetapi karena parpol menganggap artis itu mempunyai popularitas tinggi, masalah track record tidak jadi soal dan tetap menggandeng artis menjadi caleg. Saya sendiri menilai artis yang ramai-ramai jadi politikus adalah sebuah kontradiksi bagi perkembangan dunia politik Tanah Air.

Tidak jadi soal siapa yang jadi caleg, namun menurut pandangan saya keberadaan mereka itu hanya sebatas dijadikan vote getter semata, sebab masyarakat pasti lebih familiar dengan wajah artis sekaligus politikus tersebut.

Jika kondisinya seperti itu, sama saja masyarakat yang memilih mereka hanya melihat dari tampang, bukannya kemampuan mereka di panggung politik. Bukan bermaksud apatis, keberadaan caleg artis bagi saya pribadi hanya akan menambah masalah baru bagi bangsa Indonesia.

Karena mereka belum teruji benar dalam dunia politik yang penuh intrik dan perlu kecakapan dalam berdiplomasi dengan kawan maupun lawan politik. Untuk itu, saya menyarankan mendingan mulai sekarang artis yang tiba-tiba nongol menjadi caleg tanpa pernah mengikuti ”pendidikan politik” sebaiknya membatalkan diri dan menarik kembali lamarannya sebagai caleg.

Di samping menimbulkan kecemburuan dari kader internal partai yang merintis dari bawah, mereka juga tidak cocok berada di lingkungan yang bukan bidangnya sehingga dengan kebesaran hati saya sarankan kepada artis untuk tidak tergiur menjadi politikus, karena citranya bisa hancur.

Erik Purnama Putra

Gedung SC Lt.1 Bestari UMM,

Jl Raya Tlogomas Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: