Hentikan Polemik Tokoh Supriyadi

Jumat 29 Agustus 2008 (Jurnal Nasional)

Ada kejutan di hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-63, yaitu munculnya sosok orang yang mengaku sebagai Supriyadi. Orang yang mengaku bernama Supriyadi itu adalah warga Semarang bernama Andaryoko Wisnuprabu. Kabar tentang Supriyadi tersebut menghebohkan bangsa Indonesia, karena sebagaimana yang kita tahu jika sosok pejuang pemberontak Peta (Pembela tanah Air) itu dianggap sudah meninggal dunia oleh pemerintah Orde Baru (Orba) dan mendapatkan gelar pahlawan nasional.

Pasti banyak masyarakat yang akan bertanya-tanya seputar kebenaran klaim yang dilakukan Andaryoko dengan mengaku sebagai Supriyadi. Konsekuensi logis yang harus ditanggung bangsa ini menjadi berat karena berkaitan dengan sejarah bangsa. Sebagai pahlawan yang telah berjasa banyak bagi bangsa ini, Supriyadi dikenal sebagai sosok yang memiliki jasa besar mengantarkan Indonesia merdeka.

Menyikapi kontroversi yang terjadi itu masyarakat dan pemerintah jangan langsung percaya begitu saja dengan klaim sepihak yang diucapkan ‘Supriyadi’ tersebut. Karena masih banyak bukti dan fakta yang harus dikumpulkan. Karena itu, sangat wajar jika perlu dilakukan sebuah cross check yang melibatkan berbagai unsur yang berkompeten di bidang sejarah untuk membuktikan kebenaran munculnya kembali Supriyadi.

Pemerintah selaku penaggungjawab masalah kesejarahan juga selayaknya tidak tinggal diam, dan perlu memberikan keterangan resmi seputar polemik klaim sosok Supriyadi. Agar di kalangan masyarakat tidak timbul perdebatan panjang dan kontroversi mengenai sejarah bangsa. Karena hal ini berkaitan dengan perjalanan bangsa ke depannya.

Jika benar, pemerintah tidak perlu ragu untuk meluruskan sejarah. Pasalnya selama ini hampir semua buku sekolah mengajarkan jika tokoh pejuang Kemerdekaan Indonesia yang bernama Supriyadi telah meninggal dan berkat jasanya yang besar terhadap Tanah Air, ia diangkat pemimpin Orba sebagai pahlawan nasional.

Tetapi ada satu ganjalan yang bakal dihadapi pemerintah maupun masyarakat jika ternyata klaim tersebut hanya bualan belaka dan tak terbukti kebenarannya. Jika kondisinya seperti itu, tidak ada cara lain bagi pemerintah untuk harus melakukan tindakan serius karena menyangkut nama baik sosok pahlawan nasional, dan bisa dianggap sama saja dengan pembohongan publik. Sehingga pelakunya harus ditindak secara hukum agar menimbulkan efek jera.

Karena itu, sejarawan sebagai pihak yang memiliki kredibilitas untuk menangani masalah ini diharapkan turun tangan agar masalah ini bisa terselesaikan. Pasalnya mereka adalah pihak yang paling kompeten dan lebih paham, serta ahli dalam menghadapi situasi semacam ini.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa UMM

Gedung SC Lt.1 Bestari UMM, Jl. Raya Tlogomas No.246 Malang 65144

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: