Pemerintah dan Komitmen Penerapan Hukuman Mati

Selasa 2 September 2008 (Jurnal Nasional)

Ada lelucon yang berkembang di masyarakat dan dunia internasional yang berbunyi bahwa Indonesia dijuluki sebagai surga dunia paling nyaman bagi kehidupan koruptor. Saya pun akan menganggukkan kepala tanda setuju jika ada orang yang menanyakan benar tidaknya lelucon di atas.

Seperti yang dilansir lembaga Transparency International yang mengungkapkan tindak pidana korupsi yang terjadi di negeri ini banyak yang dilakukan pejabat publik, baik politikus maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan ilegal memperkaya diri atau dengan memanfaatkan jabatan yang disandangnya demi kepentingan pribadi. Sehingga akibat tindakan koruptor tersebut membuat Indonesia menjadi negara yang menderita dan terus terpuruk dalam jurang kehancuran, serta masyarakatnya jauh dari kata sejahtera.

Bahkan Amien Rais dalam bukunya Selamatkan Indonesia! memprediksi Indonesia bisa menjadi sebuah negara gagal jika perbuatan korupsi secara sistematis yang dilakukan unsur eksekutif, legislatif, dan yudikatif tidak segera dihentikan. Karena terbukti perilaku petinggi negara yang terlibat korupsi telah mengakibatkan rusaknya sistem pemerintahan, serta membuat penegakan hukum di Indonesia menjadi mandul. Pasalnya aparat penegak hukum akan berhadapan dengan tembok tebal dengan pelaku korupsi yang dilakukan oleh petinggi negara yang memegang beberapa posisi penting.

Tak ayal pemerintah Indonesia berpeluang menjadi kleptokrasi, yaitu pemerintahan yang berisi oleh para pencuri yang sebenarnya keberadaan mereka membuat bangsa ini menjadi semakin terpuruk. Karena perilaku pejabat tinggi negara banyak yang hipokrit dan hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memikirkan rakyatnya sama sekali.

Sehingga dengan kondisi bangsa yang sudah babak belur dan rapu seperti itu, diskursus mengenai perlunya penerapan hukuman mati bagi koruptor yang disuarakan rakyat kepada pemerintah perlu diaplikasikan. Masyarakat yang sudah jijik dengan perilaku koruptor ingin agar penerapan hukuman mati diterapkan kepada mereka. Sebab korupsi adalah bentuk kejahatan tingkat tinggi mampu merusak tatanan sistem kehidupan negara.

Banyak penduduk Indonesia pasti mendukung apabila koruptor dihukum mati karena memberikan efek jera yang dahsyat. Mengapa sampai saat ini perilaku korupsi masih terus berjalan ditatanan pemerintah? Karena hukuman bagi koruptor di negeri ini tidak ada bedanya dengan hukuman maling Ayam yang tertangkap tanga. Sehingga hal itu menjadi presden buruk bagi kehidupan penegakan hukum di Indonesia yang semakin suram.

Seandainya apa yang disampaikan Pakar Hukum Rudi Satrio dan Ketus Pusat Kajian Anti Korupsi UGM Denny Indrayana yang mengatakan bahwa jika saja hukuman mati dengan melesatkan satu peluru di kepala atau jantung koruptor diterapkan pemerintah, tentu akan membuat para koruptor dan calon koruptor berpikir ulang melakukan korupsi.

Sehingga pokok permasalahannya di sini adalah politicall will dari pemerintah untuk mau menerapkan hukuman mati bagi pelaku korupsi. Jika pemerintah mau menerapkan hukuman mati, saya yakin akan membuat takut koruptor dan calon koruptor. Dan efeknya korupsi di negeri ini bisa berkurang akibat tegasnya hukuman yang diberikan terhadap koruptor.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Psikologi dan Aktivis Pers Koran Kampus Bestari UMM

2 Tanggapan to “Pemerintah dan Komitmen Penerapan Hukuman Mati”

  1. Mas mohon tinjauan utk ide hukuman koruptor ala saya. Dulu saya juga sempat sekolah di Jogja…Sadulur dewe nih.
    http://guawijaya.wordpress.com/2008/08/20/kado-utk-presiden-hukuman-utk-koruptor/
    Kalo perlu disebarluaskan ide ini. Sedikit gila tapi menurut saya dan teman2 cukup mengena.

  2. Mas, mohon tinjauan dan tanggapannya mengenai hukuman para koruptor, saya ada konsepsi, sedikit nyeleneh, sehingga minta tanggapannya.
    guawijaya.wordpress.com, dgn judul Kado Utk Presiden (Hukuman utk Koruptor)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: