Guru Kini Bisa Tersenyum

Kamis 4 September 2008 (Jurnal Nasional)

Kebijakan pemerintah menaikkan dana alokasi bidang pendidikan dalam RAPBN 2009 hingga memenuhi amanat konstitusi sebesar 20 persen atau Rp227 triliun merupakan sebuah tindakan bagus yang visioner. Langkah yang diambil pemerintah tersebut merupakan kebijakan cerdas dan menjadi sebuah sinyal terang nasib dunia pendidikan dalam menapaki era baru, yaitu era di mana pendidikan bisa diakses seluruh masyarakat.

Di samping itu, terpenuhinya kuota 20 persen anggaran pendidikan adalah sebuah langkah awal bagi bangsa Indonesia dalam menapaki jalur keluar dari lingkaran keterpurukan yang selama ini membelenggu bangsa. Dengan terpenuhinya anggaran pendidikan seperti diamanahkan dalam konstitusi, hal itu sama dengan pemerintah telah mengambil suatu kebijakan yang melegakan seluruh masyarakat Indonesia dalam menyongsong pembangunan.

Jika selama ini pemerintah terus mendapatkan kritik bertubi-tubi dari berbagai elemen bangsa yang peduli dengan dunia pendidikan, maka kali ini hati pemerintah telah terbuka dan berhasil memenuhinya janjinya. Hal itu merupakan sebuah langkah awal pijakan Indonesia dalam menyongsong masa depan guna bersaing dengan negara lain. Karena tidak ada yang menyangsikan jika pendidikan adalah solusi utama setiap negara tak terkecuali Indonesia jika ingin keluar dari krisis multidimensial dan membangun peradaban baru.

Dampak baik dari melonjaknya anggaran pendidikan adalah kesejahteraan guru meningkat drastis. Tambahan kenaikan anggaran pendidikan secara tiba-tiba sebesar Rp46,1 triliun yang dilakukan pemerintah berdampak pada naiknya pendapatan bulanan guru. Guru golongan terendah pada 2009 nanti minimal bisa mendapatkan minimal Rp2 juta yang bisa dibawa pulang.

Guru yang disebut sebagai ujung tombak utama dalam melaksanakan pendidikan selama ini kehidupannya penuh penderitaan karena menangggung masalah finansial. Sehingga kali ini mereka bisa berlega hati mendengar kabar baik tersebut. Guru yang selalu tabah dan ikhlas dalam menjalani profesinya meskipun pendapatannya sangat rendah kali ini bisa tersenyum lega karena profesinya dihargai dengan meningkatnya penerimaan yang bakal didapatkannya.

Dengan meningkatnya kesejahteraan guru diharapkan mereka dapat lebih termotivasi untuk lebih giat dalam memberikan proses belajar mengajar kepada siswa, karena tidak kepikiran masalah keuangan lagi. Sehingga mereka bisa mencurahkan seluruh energinya untuk mendidik siswa agar menjadi pandai.

Jika kondisi itu bisa tercapai, bukan tidak mungkin dunia pendidikan Indonesia bisa bersinar terang dan menghasilkan generasi cerdas yang berwawasan luas. Sehingga nantinya dunia pendidikan Indonesia bisa menyusul ketertinggalannya dari negara lain. Namun yang harus diperhatikan, Depdiknas selaku penanggungjawab masalah anggaran pendidikan juga harus memanfaatkan dana tersebut dengan sebaik-baiknya dan memperhatikan alasan pemerataan. Saya setuju jika guru yang bertugas di daerah terpencil mendapatkan tunjangan khusus yang besarnya berkali-kali lipat dibanding dengan guru yang mengajar di perkotaan.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Psikologi dan Aktivis Pers Koran Bestari UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: