Pengabdian Guru Menciptakan Kualitas

Sunday, 07 September 2008 (Sindo)

KETIKA membaca novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata,kita akan disuguhi sebuah cerita menakjubkan tentang hebatnya sosok guru dalam novel tersebut.

Ibu guru diceritakan sebagai teladan yang mampu membuat muridnya menjadi bangga bersekolah walaupun gedung sekolah yang ditempati sangat tidak layak untuk proses belajar mengajar. Namun berkat dedikasinya yang luar biasa dalam mengajar, meskipun harus menempuh perjalanan jauh nan melelahkan, ibu guru senantiasa ceria dan tetap bersemangat mengajari setiap murid memahami materi pelajaran sehingga murid menjadi pribadi tercerahkan karena mendapatkan contoh figur teladan dalam kehidupannya.

Dari cerita di atas,dapat dikatakan bahwa sosok guru sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter siswanya di kelas sehingga kemampuan penghuni kelas akan tergantung kepada tindakan guru pengajar. Meskipun tidak bisa digeneralisasi, fakta membuktikan bahwa dedikasi guru dalam mengajar berbanding lurus dengan kualitas hasil belajar yang didapatkan siswa.

Baru-baru ini kabar bagus diembuskan pemerintah dengan mengumumkan bahwa pada RAPBN 2009, pemerintah mengalokasikan dana pendidikansebesar20% atau mencapai Rp244 triliun.Untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, pemerintah mematuhi amanat konstitusi. Kebijakan pemerintah itu jelas merupakan sinar terang dan harapan bagi terciptanya masa depan dunia pendidikan Tanah Air yang berkualitas. Dampak naiknya anggaran pendidikan adalah meningkatnya kesejahteraan guru.Guru minimal akan mendapatkan penghasilan Rp2 juta per bulan bagi golongan terendah.

Jika selama ini guru kurang mendapatkan perhatian, saat ini kondisinya berbalik. Naiknya kesejahteraan guru, walaupun belum seluruhnya,diharapkan berbanding lurus dengan kualitas pengajaran yang mereka berikan kepada siswa,di samping dampak majemuk yang dapat diciptakan. Guru bisa lebih konsentrasi mencerdaskan generasi bangsa yang diasuhnya.Pasalnya,saat ini mereka tidak perlu sibuk memikirkan cara mendapatkan uang sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Untuk itu, sebagai ujung tombak pendidikan, guru harus bisa menunjukkan integritasnya.

Karena meningkatnya kesejahteraan sepatutnya juga harus diiringi dengan pengabdian yang lebih dibandingkan sebelumnya. Di samping itu,asas pemerataan juga perlu diperhatikan pemerintah. Jangan samakan bentuk penghargaan kepada guru yang mengabdi di kota dengan pedalaman.Pastinya guru yang mau mengajar di pelosok daerah patut diberi apresiasi lebih mengingat dedikasi yang diberikannya sangat luar biasa dalam menciptakan siswa cerdas dan unggul.
Dengan demikian, kepedulian pemerintah dalam upaya meningkatkan pendidikan berkualitas dengan menaikkan anggaran kesejahteraan guru patut diacungi jempol dan didukung pelaksanaannya.(*)

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Psikologi dan Aktivis Pers Koran Kampus Bestari UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: