Jangan Nodai Ramadan dengan Kekerasan

Jumat 12 September 2008 (Jurnal Nasional)

Seluruh umat Islam di dunia menyambut gembira datangnya bulan suci Ramadan, tak terkecuali umat Islam di Indonesia. Hal itu terjadi karena bulan Ramadan adalah momen yang datangnya setahun sekali dan waktunya hanya satu bulan. Sehingga banyak warga muslim yang memanfaatkan datangnya bulan Ramadan dengan meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal soleh.

Namun, di tengah umat Islam khusuk menjalankan ibadah puasa ada kabar kurang sedap yang berhembus di masyarakat, yaitu adanya kabar bahwa akan ada razia yang dilakukan ormas Islam, salah satunya Front Pembela Islam (FPI). Tentu kabar itu sedikit mengusik ketentraman sebagian muslim dalam menjalankan ibadah puasanya.

Belajar dari Ramadan tahun kemarin, sebagaimana kita tahu, massa yang menamakan dirinya sebagai anggota FPI dengan terang-terangan melakukan razia mendatangi tempat yang diduga menjual minuman keras dan menjalankan praktik maksiat. Walaupun tindakan yang dilakukan tersebut ingin menegakkan aturan agama, namun karena dilakukan dengan cara kekerasan secara membabi buta, sehingga malah mengganggu ketentraman dan kenyamanan umat Islam dalam menjalankan puasa.

Kabar bahwa FPI kembali akan melakukan razia melawan segala bentuk kemaksiatan sangat mengusik banyak warga muslim di Tanah Air. Karena razia itu dibungkus sambil menyebarkan benih kekerasan dan permusuhan membuat citra Islam menjadi tercoreng.

Padahal agama Islam sangat menghendaki setiap umatnya untuk tidak pernah mendahulukan cara-cara kekerasan dalam menghadapi setiap persoalan. Tetapi karena razia yang dilakukan massa FPI identik dengan pengrusakan dan penghancuran segala fasilitas milik orang lain membuat masyarakat menjadi antipati terhadap kegiatan yang dilakukan FPI tersebut.

Bukankah agama Islam adalah agama damai dan memberikan rahmat kepada setiap makhluk hidup di alam semesta. Sehingga sungguh tidak relevan jika harus melakukan tindak kekerasan dengan membawa embel-embel menegakkan aturan Islam. Walaupun itu dilakukan di bulan Ramadan dan maksud tujuannya baik. Namun karena tindakannya berlebihan dan tidak dengan cara damai, yang terjadi adalah masyarakat makin tidak peduli dan jengkel dengan aksi sweeping yang dilakukan FPI.

Karena itu, seruan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengingatkan agar FPI tidak lagi menebarkan teror ketakutan dan melakukan tindakan anarkis perlu didukung masyarakat. Apalagi aksi sweeping itu tidak jelas sasaran yang dituju dan hanya dijadikan kedok untuk melakukan tindak kekerasan kepada orang lain yang berbeda pandangan.

Sehingga dengan menindak tegas dan tak kenal kompromi dalam menyikapi aksi yang meresahkan masyarakat perlu dilakukan aparat keamanan demi mewujudkan ketentraman umat Islam dalam menjalankan aktivitas berpuasa di bulan Ramadan. Dan kita sebagai muslim taat harus senantiasa menebarkan benih kedamaian keseluruh masyarakat agar mereka tahu bahwa Islam adalah ajaran agama yang anti kekerasan.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Psikologi UMM, Gedung SC Lt.1 Bestari UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: