Pendidikan sebagai Tulang Punggung Pembangunan

Kamis 25 September 2008 (Duta Masyarakat)

Tak ada yang memungkiri jika pendidikan adalah fondasi utama bagi pembangunan suatu negara. Fakta membuktikan bahwa semua negara maju dan modern selalu mengutamakan pendidikan sebagai leading sector untuk membentuk karakter bangsa dan mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul.

Sebuah negara yang maju dan modern selalu berkorelasi lurus dengan tingkat pendidikan yang diterima warganya. Semakin tinggi dan banyak warga negara yang mengenyam tingkat pendidikan tinggi, pasti semakin tinggi dan maju sebuah negara. Sayangnya, aspek pendidikan yang sudah terbukti mampu mengangkat derajat sebuah bangsa ternyata sampai saat ini selalu dianaktirikan dan bukan menjadi prioritas utama pemerintah untuk membangun kejayaan negara Indonesia.

Pendidikan secara umum yang menurut Wikipedia diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat hingga saat ini masih belum dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.Pendidikan yang meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat, tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan adalah sebagai salah satu dasar utama untuk mengajarkan kebudayaan melewati generasi dan mewariskan kemampuan mengelola suatu bangsa.

Biaya pendidikan yang makin mahal dan komersialisasi terhadap pendidikan yang dilakukan oleh stakeholder, serta kurang seriusnya pemerintah agar akses pendidikan bisa dijangkau semua kalangan adalah penyumbang terbesar terpuruknya dunia pendidikan Indonesia karena Indonesia tidak bisa keluar dari belenggu kemiskinan dan kebodohan.

Meskipun sudah 63 tahun lebih bangsa Indonesia merdeka karena pemerintah tidak menempatkan pendidikan sebagai tulang punggung (backbone) untuk menopang pembangunan negara, Tanah Air ini terus terpuruk. Pasalnya pemerintah lebih senang mengagung-agungkan kejayaan Indonesia tempo dulu tanpa pernah membenahi agar kualitas pendidikan semakin baik. Sehingga dari waktu ke waktu kualitas SDM-nya jauh tertinggal dibandingkan negara lain dan tidak mengalami perbaikan.

Pendidikan seharusnya menjadi prioritas utama mulai sekarang harus diperhatikan dan mendapatkan prioritas terdepan untuk mengangkat bangsa ini dari keterpurukan. Hanya itu satu-satunya cara yang harus dijalankan pemerintah jika ingin bangsa ini kondisinya lebih baik dari sebelumnya.Pemerintah tidak perlu malu untuk berkaca harus kepada negara tetangga, Malaysia. Karena di negeri Jiran tersebut sekarang ini kondisinya jauh lebih baik dari Indonesia. Padahal pada dekade 80-an Malaysia masih banyak mengirimkan tenaga didiknya untuk belajar diberbagai universitas di Indonesia sekarang kondisinya berbalik seratus delapan puluh derajat.

Belajar pengalaman dari Malaysia di mana negara tersebut menjadikan pendidikan untuk mengangkat kesejahteraan dan martabat bangsanya, maka sudah sepatutnya pemerintah untuk tidak ragu mengucurkan dananya untuk sektor pendidikan. Tidak bisa ditawar lagi agar bisa sejajar dengan bangsa maju lainnya, Indonesia harus berbenah diri dan mulai memperbaiki sektor pendidikan sebagai sarana mencerdaskan masyarakat, dan menjadikan sektor pendidikan sebagai landasan utama untuk membangun Indonesia.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Psikologi UMM

Gedung Student Center Lt. 1 Bestari UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: