Sayangkan Caleg dari Artis

Kamis 25 September 2008 (Jurnas)

Pendaftaran calon legislator (caleg) telah selesai dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah berhasil memverifikasi setiap calon yang diajukan partai politik (parpol). Dari hasil yang diserahkan parpol ke KPU, didapatkan banyak nama yang familiar di telinga masyarakat. Pasalnya mereka itu adalah artis yang tentu memiliki popularitas tinggi di mata masyarakat karena sering muncul di televisi dan sudah terkenal.

Sayangnya, dari hasil pengamatan banyak pihak didapatkan fakta mengejutkan bahwa banyak di antara artis yang jadi caleg tersebut tidak mempunyai track records dalam dunia politik secara meyakinkan.

Fenomena maraknya artis yang terjun ke dunia politik membuat saya gundah dan kurang sreg dengan keadaan itu. Pasalnya artis yang bakal terjun ke dalam dunia politik yang notabene bertolak belakang dengan dunia hiburan yang selama ini digeluti artis adalah sebuah tindakan keliru yang bisa bikin celaka.

Bukannya saya sangsi melihat kecenderungan artis yang bakal dipasang sebagai calon anggota dewan yang nantinya bakal menduduki jabatan pemimpin, namun hati ini menjadi prihatin sekaligus miris melihat realita itu. Artis yang bergelut dengan dunia yang serba mewah dan glamour tidak cocok jika harus didudukkan di kursi pemimpin, baik itu sebagai anggota dewan, bupati atau walikota, maupun gubernur, bahkan presiden.

Sebagai artis sudah selayaknya mereka untuk tidak tertarik bergelut di panggung politik yang sarat dengan intrik dan penuh tipu. Takutnya jika para artis itu sudah jadi pemimpin, mereka bisa dikadali oleh birokrat maupun tokoh politik yang menjadi lawan mainnya. Hal itu bisa saja terjadi mengingat banyak artis yang direkrut partai dan dipasang sebagai calon pemimpin itu tidak mempunyai bekal cukup ketika harus terjun dalam sandiwara panggung politik.

Yang saya herankan mengapa banyak partai politik (parpol) yang menjadikan artis sebagai calon pemimpin bukannya kader partai yang merintis karir dari bawah yang sudah mendapatkan pendidikan politik. Untuk itu, sudah seharusnya parpol mengoreksi diri mengenai kebijakannya menjadikan artis sebagai calon pemimpin bangsa ini.

Satu yang harus diingat oleh para artis yang dicalonkan parpolnya masing-masing, yaitu bahwa masyarakat lebih mengenalnya sebagai figur yang memiliki wajah dan akting yang bagus. Pasalnya masyarakat pasti sampai kapan pun akan tetap mengingatnya dari tampilan fisiknya saja bukan dari kemampuan dan pikirannya dalam menguasai ilmu perpolitikan.

Karena itu, lebih baik para artis sebelum terlanjur basah untuk masuk ke dalam dunia politik lebih baik mengurungkan niatnya dan kembali ke kehidupannya semula, yaitu menjalani profesinya sebagai artis.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Gedung SC Lt. 1 Bestari UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: