Tragedi Zakat Potret Kemiskinan

Senin 29 September 2008 (Duta Masyarakat)

Baru-baru ini masyarakat Indonesia digemparkan dengan berita tentang tragedi zakat Pasuruan yang menewaskan 21 orang, dan menimbulkan belasan korban luka lainnya. Yang lebih memilukan lagi, kebanyakan korban tersebut adalah kaum janda tua. Mereka rela sejak pagi mengantri sambil berdesak-desakan diiringi perjuangan keras hanya demi mendapatkan zakat senilai Rp 40 ribu, yang dikeluarkan keluarga haji Syaichon.

Tragedi kemanusiaan itu menimbulkan banyak simpati dari berbagai kalangan. Ada yang berpendapat bahwa tindakan haji Syaichon itu berlebihan dan tidak seharusnya mengumpulkan banyak orang di luar rumahnya ketika membagi zakat.

Menyikapi kondisi itu, pantaskah kita menyalahkan keluarga Syaichon yang bertujuan baik untuk membantu masyarakat miskin di daerahnya. Di luar sistematika pembagian zakat yang kurang teratur dan tertib itu, kita bisa mengambil banyak hikmah dari tragedi zakat maut tersebut.

Indonesia adalah negeri yang diberkahi kekayaan alam luar biasa besarnya. Bahkan negeri ini sempat dijuluki sebagai zamrud khatulistiwa berkat kondisi tanahnya yang sangat subur. Hampir semua kekayaan alam, baik tambang mineral hingga tumbuhan semuanya ada disetiap penjuru daerah.

Sayangnya, semua limpahan anugrah Tuhan yang diberikan kepada Tanah Air ini tidak mampu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah untuk kesejahteraan rakyatnya.

Negara (pemerintah) yang diamanatkan konstitusi tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasinya. Padahal amanat konstitusi mengharuskan negara agar bisa menyejahterakan rakyatnya, serta orang miskin dan terlantar yang menjadi kewajiban negara harus dipenuhi tanggungjawabnya.

Tragedi zakat maut di Pasuruan membukakan mata kita bahwa kemiskinan saat ini sudah menjadi masalah akut yang melanda sebagian besar penduduk Indonesia. Mereka harus meregang nyawa hanya demi puluhan ribu rupiah. Padahal, jumlah uang sebesar itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan jumlah uang korupsi yang dihisap pejabat elite negara. Karena itu, saatnya bagi pemerintah dan seluruh elemen bangsa agar bertindak konkret menyelesaikan problem kemiskinan dari negeri ini agar dikemudian hari tragedi zakat tidak terulang lagi.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Psikologi UMM

Gedung SC Lt.1 Bestari UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: