Hukuman bagi Koruptor

Jumat 17 Oktober 2008 (Jurnas)

Lembeknya aparat hukum memberikan hukuman maksimal kepada koruptor dituding sebagai salah satu penyebab munculnya koruptor baru di Indonesia. Pasalnya, pemberian hukuman yang kurang tegas dianggap tidak memberikan efek jera kepada koruptor maupun orang yang ada niatan untuk melakukan korupsi.

Kondisi itu banyak terjadi pada orang yang disebut-sebut sebagai koruptor kelas kakap. Mereka banyak yang mendapatkan hukuman yang sangat jauh dari maksimal dan tidak adil jika melihat kejahatan yang telah dilakukannya. Sehingga banyak yang akhirnya berani korupsi karena hukuman yang bakal diterima juga tidak berat.

Tidak perlu menyebut nama karena sudah sangat banyak koruptor yang hanya mendapatkan hukuman, yang hampir sama dengan kejahatn maling ayam. Setelah itu, mereka bisa menghirup udara bebas dan menikmati hasil korupsi yang disimpan di bank luar negeri.

Untuk itu, perlu dipertanyakan komitmen aparat penegak hukum di negeri ini yang dulu pernah berjanji akan memberantas habis segala praktik korupsi di tubuh pemerintahan. Karena hingga kini masih banyak koruptor yang mendapatkan hukuman terlalu ringan. Sehingga terkesan bahwa hukuman yang dijatuhkan hanya sebagai formalitas saja.

Hal itu terjadi karena banyak koruptor yang dengan kekuasaannya maupun kekuatan uangnya telah mempermainkan hukum di Indonesia. Karena itu, jangan heran jika banyak jaksa maupun hakim yang dulunya terkenal garang dan konsisten dalam hal pemberantasan korupsi, berubah menjadi loyo saat menghadapi koruptor kelas kakap yang bergelimang harta dan menduduki jabatan tinggi di pemerintahan.

Tidak bisa ditawar, penegakan hukum dan pemberian hukuman secara maksimal kepada koruptor mutlak harus dilakukan aparat penegak hukum jika ingin hukum di Tanah Air ini bisa menghadirkan keadilan. Karena jika tidak, hukum di negara kita akan terus dipermainkan koruptor dan pemerintah akan terus ditanya komitmennya dalam masalah pemberantasan korupsi.

Pasalnya, sudah terbukti korupsi telah menggerogoti semua sektor kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga dampaknya meskipun Indonesia sudah merdeka lebih 63 tahun, kondisinya masih belum beranjak mendekati makmur. Karena itu, jika ingin Indonesia bisa lebih jaya salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan memberian hukuman seberat-beratnya kepada koruptor. Hanya dengan cara itu, kredibilitas hukum di Indonesia bisa ditegakkan.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang

Gedung SC Lt.1 Besatri UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: