Kasus Suap dan Citra Anggota DPR

Jumat 17 Oktober 2008 (Sinar Harapan)

Kabar mengenai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak kunjung ada habisnya. Hampir dari waktu ke waktu pemberitaan di media massa (cetak maupun elektronik) selalu mengungkap kebobrokan perilaku anggota dewan. Yang sedang ramai jadi perbincangan, masyarakat disuguhi tentang ditemukannya bukti pencairan cek perjalanan beberapa anggota DPR periode 1999-2004.

Sebelumnya, sudah banyak anggota dewan yang terlibat kasus pelanggaran hukum, seperti Al Amin Nasution hingga Bulyan Royan. Banyaknya anggota dewan yang terlibat kasus memalukan dan kelakuannya seenaknya sendiri itu telah mencoreng institusi yang berkantor di Senayan tersebut.

Sebenarnya kasus cek perjalanan tidak ada yang perlu diributkan jika cek itu hasil kerja keras anggota dewan masing-masing, namun yang menjadi masalah adalah cek perjalanan yang dicairkan tersebut diindikasi merupakan setoran hasil balas jasa atas terpilihnya Miranda S. Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada Juni 2004 silam.

Seperti yang dilansir Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), di mana setelah ditelusuri ditemukan bukti bahwa adanya beberapa cek perjalanan yang dicairkan anggota dewan. Memang anggota DPR yang mencairkan cek itu tidak banyak, namun jumlah cek yang dicairkan lebih dari 400 lembar. Dan setiap lembar cek minimal bernilai Rp 50 juta.

Bisa dibayangkan berapa besar dana yang masuk kantong pribadi anggota dewan itu dan menguap tidak tahu rimbanya. Pasalnya semua cek itu digunakan untuk kepentingan pribadi anggota dewan masing-masing. Karena itu, sudah waktunya bagi KPK untuk mereaksi temuan PPATK itu. Ditambah dengan pengakuan si whistle blower Agus Condro Prayitno, harusnya anggota dewan yang terlibat kasus itu bisa segera ditindak dan diseret ke meja hijau.

Tidak hanya anggota dewan, KPK juga perlu memanggil Miranda S. Goeltom sebagai orang yang dipilih anggota dewan berkat kongkalikong yang memuakkan tersebut. Pasalnya, Miranda S. Goeltom adalah orang yang menjadi obyek nilai pembagian cek perjalanan yang diduga sebagai balas jasa atas terpilihnya dia menjadi Deputi Gubernur Senior BI.

Menurut saya, KPK tidak perlu menunggu sampai tahap penyelidikan untuk memanggil semua pihak yang terlibat seperti dikemukakan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, M. Jasin. Pasalnya, hasil temuan PPATK sudah bisa dijadikan bukti, dan ditambah pengakuan salah satu orang penerima cek perjalanan tersebut sudah bisa dijadikan KPK untuk menjerat anggota dewan periode 1999-2004 yang terlibat.

Dari berbagai kasus skandal yang terjadi di Senayan, masyarakat pastinya akan mahfum dengan perilaku anggota dewan. Peristiwa kasus suap tawar menawar jabatan  seperti yang terjadi pada pemilihan Deputi Gubernur Senior itu adalah cerminan bahwa sangat banyak sekali pejabat negeri ini yang moralnya sudah bejat dan gemar sekali melanggar hukum. Padahal mereka adalah golongan orang berintelektualitas tinggi dan mengenyam pendidikan hingga tingkat tinggi.

Sayangnya, dengan posisi yang disandangnya membuat banyak anggota dewan bertingkah dan memanfaatkan betul keberadaannya. Sungguh kelakuan mereka sudah dapat dikatakan tidak dapat ditolerir dan sangat melukai hati rakyat Indonesia. Karena mereka hanya memikirkan kepentingan diri sendiri dan mudah tergoda dengan kesenangan duniawi semata. Padahal tugas utama sebagai anggota dewan sebenarnya adalah menjadi tempat penampung aspirasi rakyat.

Bukannya menjalankan tugasnya dengan baik, malah banyak anggota dewan yang mengkhianati kepercayaan rakyat yang diberikan kepadanya. Untuk itu, wajar jika sekarang masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan keberadaan DPR dan citranya sudah berada di titik nadir. Karena lebih sering menjadi dewan pengkhianat rakyat daripada sebagai dewan perwakilan rakyat.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Psikologi UMM

Gedung Sc Lt.Bestari UMM

erikeyikumm@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: