Industri Penerbangan dalam Ancaman

Senin 3 November 2008 (Sinar Harapan)adam-air

Banyaknya kasus kecelakaan berkaitan dengan ‘burung besi’ alias pesawat membuat industri penerbangan di negeri ini sedang dilanda masalah serius. Seolah tidak bisa dilepaskan dari musibah, kecelakaan demi kecelakaan terus terjadi

Insiden serius pecahnya ban pesawat Boeing 737-400 milik maskapai penerbangan Merpati yang mengangkut 165 ketika lepas landas dari bandara Hasanuddin Makassar, dan lepasnya roda kiri belakang pesawat jet MD-82 Wings Air dengan 167 penumpang saat mendarat keras di bandara Juanda Surabaya (20/10). Sementara, kecelakaan paling baru terjadi pada pesawat Cessna 172 milik sekolah penerbangan Alfa Flying School (AFS) dikeramaian jalan tol Cikampek Km 71 Jakarta pada Rabu (29/10).

Insiden kecelakaan dalam tempo singkat yang terjadi tersebut menandakan bahwa ada yang tidak beres dengan dunia penerbangan Tanah Air, khususnya maskapai penerbangan komersil. Pasalnya, sudah jamak diketahui jika persaingan ketat industri penerbangan telah membawa dampak besar bagi terciptanya pelayanan maskapai penerbangan terhadap keselamatan penumpang.

Departemen Perhubungan (Dephub) yang memiliki tugas melakukan pemeriksaan harusnya lebih ketat lagi dalam menjalankan tugasnya dalam memerika kelaikan pesawat untuk mengangkasa. Selama ini seperti menjadi ”tradisi” jika terjadi insiden, pemeriksaan terhadap pesawat baru dilakukan secara ketat, namun lama-kelamaan akan mengendur lagi jika sudah tidak ada pihak yang menyoroti kinerjanya.

Karena itu, belajar dari insiden terakhir, Dephub perlu meningkatkan pengawasannya dan melakukan pembenahan internal supaya maskapai penerbangan yang layak terbang benar-benar kondisinya sudah teruji, dan bisa memberikan jaminan keselamatan bagi penumpangnya. Jangan sampai menunggu terjadinya insiden korban pesawat lagi.

Sementara, Komite Kecelakaan Nasional Transportasi (KKNT) juga harus menyelidi hingga tuntas penyebab terjadinya insiden yang sudah cukup sering terjadi agar kelak peristiwa serupa dapat dicegah.

Maraknya insiden pesawat itu harusnya menjadi pelajaran bagi dunia penerbangan Indonesia. Jika tidak ada perbaikan kualitas manajemen keselamatan penerbangan, mustahil pesawat sipil Indonesia dapat menerbangi kembali langit Uni Eropa. Sehingga tindakan otoritas Uni Eropa yang melarang pesawat Indonesia melintasi langitnya mendapatkan penguatan.

Karena itu, agar dikemudian hari insiden itu tidak terulang kembali sudah menjadi kewajiban Dephub untuk tidak lagi kendur dalam melakukan pemeriksaan pesawat, dan menghukum berat maskapai penerbangan yang melanggar aturan. Jika tidak, dunia penerbangan akan tetap mengkhawatirkan dan penumpang pesawat akan terus khawatir akan keselamatannya.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Psikologi UMM

Gedung SC Lt.1 Bestari UMM

erikeyikumm@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: