Jatim Provinsi Tertinggal

Sabtu 1 November 2008 (Surya)

Pendidikan adalah modal dasar bagi pondasi membangun bangsa. Tetapi, ternyata itu belum menjadi komitmen pemerintah daerah (pemda) itu sendiri. Banyaknya hambatan yang terjadi di dunia pendidikan harus segera diatasi guna mendorong terciptanya kemajuan bangsa.

Salah satu masalah urgent yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan belum ada perhatian khusus dari pemda adalah masih banyaknya masyarakat yang buta huruf dan tak mengenyam pendidikan formal.

Jawa Timur penyumbang masyarakat buta aksara tertinggi di Indonesia. Seperti data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2007, jumlah penduduk buta aksara Jatim mencapai 4,5 juta atau 29,02 persen dari total jumlah penduduk buta aksara di Indonesia. Sebagai provinsi penyumbang terbanyak masyarakat yang buta aksara perlu segera dilakukan evaluasi sistem pendidikan dengan memberikan pendidikan non formal bagi penduduk. Jatim menjadi provinsi tertinggal dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Calon gubernur (cagub) dan wakil Jatim yang bertarung di putaran dua nanti (4/11) harus memperhatikan masalah itu. Alokasi anggaran APBD nanti harus dibuat pro dengan sektor pendidikan. Karena dunia pendidikan sedang menanti komitmen cagub Jatim yang akan membangun Jatim dengan fondasi pendidikan. Tak ada alasan bagi gubernur terpilih nantinya untuk tidak memperhatikan pendidikan bagi masyarakat Jatim.

Sayangnya, sampai saat ini saya masih belum melihat ada janji manis yang dimasukkan dalam visi misi setiap cagub dan wakilnya nanti yang akan memenuhi amanat konstitusi dan memberantas buta aksara masyarakat Jatim. Para cagub lebih berkonsentrasi memperhatikan pembangunan fisik dan banyak alokasi dana yang dianggarkan untuk sektor lainnya.

Menyikapi kondisi itu, apakah pemda tidak malu menyandang gelar sebagai provinsi yang terbanyak menyumbang masyarakat buta aksara di tingkat nasional? Padahal sebagai provinsi yang diperhitungkan seluruh provinsi lainnya, Jatim harusnya mampu lebih baik dalam menyelenggarakan dunia pendidikan non formal guna mengentaskan buta aksara.

Pembangunan fisik di tiap kota Jatim tak akan ada artinya bila masih banyak masyarakat yang tak bisa membaca. Kita tunggu saja komitmen dari beberapa cagub yang akan maju dalam Pilgub 2008 nanti. Apakah mereka akan rela memotong anggaran untuk dialokasikan untuk dunia pendidikan demi mengejar kualitas SDM yang baik melalui pendidikan. Ataukah malah lebih mementingkan pembangunan fisik semata.

Saya yakin apabila jumlah penyandang buta aksara masyarakat Jatim menurun, maka kualitas SDM Jatim akan meningkat dan pembangunan dapat dengan cepat ditingkatkan. Kita hanya bisa menunggu komitmen cagub terpilih nanti untuk merealisasikan agenda pengentasan buta aksara masyarakat Jatim.

Oleh Erik Purnama Putra

Aktivis Pers Kampus Bestari UMM

erikeyikumm@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: