Nasib Anjal di Kota Malang

Citizen Journalism, Rabu, 19 November 2008 (Surabaya Post)anjal

Kemiskinan memang sangat dirasakan dan banyak dampak buruknya. Salah satunya adalah munculnya anak jalanan yang memenuhi setiap persimpangan lampu merah. Mudahnya menjumpai pemandangan beberapa anak yang kerjanya meminta-minta kepada pengendara mobil maupun motor yang berhenti di di depan traffic light adalah fenomena yang menggugah hati. Karena jumlah mereka semakin banyak dan bukan hal baru lagi dijumpai di daerah perkotaan, terutama kota besar.

Di kota Malang, saya juga sering menjumpai banyaknya anjal yang mangkal di sekitaran daerah Rampal dan mereka biasanya berkelompok. Memang tak hanya di Rampal saja, namun pemandangan anjal di situ sangat gampang dijumpai dan ditemukan bila kita melewati jalan itu.

Sebenarnya miris juga melihat banyaknya anjal yang harusnya sekolah, tetapi setiap harinya mereka meminta-minta kepada setiap pengendara kendaraan bermotor yang berhenti di perempatan lampu merah. Bahkan ada diantara mereka yang masih kecil ikutan menggelandang dengan meminta kepada pengendara.

Ada juga kelompok anak kecil yang menjadi pengamen jalanan walaupun hanya berbekal mainan musik yang terbuat dari tutup botol yang dipaku sehingga menghasilkan bunyi jika ecek-ecek ketika dihentakkan. Mereka sepertinya berusaha keras menarik simpati pengendara dengan menyanyikan lagu. Anjal kecil tersebut walaupun menyanyi dengan suara yang agak parau ketika ada mikrolet yang banyak penumpangnya, mereka terus saja mengamen dengan harapan mendapatkan uang dari penumpang.

Saya tidak bisa membanggakan jumlah mereka lima tahun lagi. Pastinya akan terus bertambah banyak dan menjadi pemandangan yang dapat menggangu kenyamanan pengendara jika tidak ada penanganan serius dari pemerintah kota Malang.

Fenomena itu harusnya disikapi pemerintah dengan memberikan pendidikan yang layak bagi mereka. Masa kecil adalah waktunya bermain dengan teman sebaya dan masa senang-senang. Namun yang terjadi pada anjal tersebut kebalikannya, mereka malah mencari duit sendiri dan mengorbankan masa bermainnya dengan hidup di jalanan.

Belum lagi mereka hidup di jalanan juga tak tenteram, karena sewaktu-waktu jika ada razia yang dilaksanakan Satpol PP, mereka pasti was-was dan takut digaruk. Harusnya ada perhatian dari pemerintah kota untuk mengatasi masalah sosial itu. Bagaimana pun juga mereka adalah bagian dari penduduk kota Malang yang hidupnya harus diperhatikan pemimpin.

Erik Purnama Putra

Jurnalis Bestari UMM

erikeyikumm@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: