Pentingnya Pengembangan Energi Alternatif

Citizen Journalism, Jumat, 21 November 2008 (Koran Merdeka)

Jakarta, merdekainteraktif.com. Harga bahan bakar minyak (BBM) yang pernah melonjak tinggi hingga mencapai US$147 per barel pada bulan Juli lalu membawa konsekuensi tersendiri bagi bangsa ini. Meskipun sekarang harganya sudah anjlok di kisaran US$60-an per barel, namun menyikapi keadaan itu bukan berarti Indonesia sudah merasa aman. Pasalnya, jika sewaktu-waktu harga BBM melambung lagi, pemerintah bakal kelimpungan dan masyarakat yang akhirnya harus menanggung beban berat karena harga premium, solar, dan minyak tanah sangat mahal.

Indonesia yang saat ini menjadi negara pengimpor bersih (net importir) sudah tidak bisa lagi memandang remeh masalah BBM. Pasalnya, di samping sebagai untuk memenuhi kebutuhan kendaraan bermotor masyarakat, BBM juga dijadikan tulang punggung penyuplai sebagian besar pembangkit listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang masih menggunakan bahan bakar sebagai penggerak turbin agar menghasilkan listrik.

Sangat disayangkan sekali, Indonesia yang memiliki potensi alam yang berlimpah ternyata harus menanggung beban berat akibat belum mampunya bangsa ini memanfaatkan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang disediakan alam. Padahal jika pemerintah memiliki political will yang kuat, Indonesia bisa mandiri dalam hal energi dan tidak bergantung pada pembangkit listrik berbasis bahan bakar.

Jika pemerintah mau memanfaatkan kekayaan alam yang ada di bumi Indonesia, bukan tak mungkin Indonesia malah menjadi negara yang berlebih dalam hal pasokan energi. Misalnya pemerintah mau membuat pembangkit listrik yang berbasis tenaga panas bumi, tentu pemerintah tak perlu mengeluarkan dana dalam jumlah yang banyak untuk menyubsidi PLN, yang digunakan untuk membeli bahan bakar guna menggerakkan generator listriknya.

Belum lagi jika PLN mampu membuat pembangkit listrik dengan menyerap energi tenaga surya, tenaga angin, air, biogas, bahkan tenaga nuklir. Sehingga pemerintah, dalam hal ini PLN tak akan menghadapi kesulitan bahan baku dalam menyiapkan listrik bagi masyarakat. Sementara uang subsidi negara yang harus dikeluarkan untuk membayar bahan bakar bisa dialihkan kepada sektor lain yang lebih membutuhkan.

Sudah saatnya bagi pemerintah (PLN) untuk mengembangkan pembangkit listrik alternatif di luar pembangkit listrik minyak bumi maupun batu bara. Karena apabila terus-terusan masih memakai pembangkit yang digerakkan dari kekayaan alam yang tak dapat diperbaharui, ke depannya Indonesia akan kesulitan dalam menyediakan listrik untuk masyarakat.

Indonesia yang pernah disebut sebagai tempat surganya bumi ini karena segala kekayaan alam ada di perut bumi Indonesia tak ada salahnya jika harus membuat perencanaan matang dalam hal penyediaan listrik. PLN jangan tergantung lagi kepada pembangkit listrik minyak bumi dan batubara. PLN harus beralih memanfaatkan potensi SDA yang ada di Indonesia.

Pengembangan pembingkit listrik alternatif yang berbasis pemanfaatan alam mutlak harus dilakukan jika tak ingin Indonesia mengalami krisis energi. Lagian membangun pembangkit listrik energi alternatif dalam perjanalan ke depannya tak memerlukan ongkos yang banyak dalam segi pembiayaan. Dan Indonesia bisa terhindar dari krisis energi jika harga minyak dunia melambung seperti saat ini.

Sebab dengan mengembangkan energi alternatif di samping biayanya yang lebih murah, juga karena material yang dibutuhkan semuanya sudah tersedia di Indonesia. Jadi yang dibutuhkan cuma penguasaan teknologi saja. Dan itu bukan masalah lagi bagi Indonesia, karena kualitas manusia Indonesia sudah cukup paham dengan teknologi kelistrikan.

Pemerintah diharapkan segera bertindak cepat dan mengkonversi setiap pembingkit listrik yang masih menggunakan bahan bakar sebagai penggerakknya, karena agar dikemudian hari apabila harga minyak dunia tak terkendali, Indonesia aman dari ancaman krisis energi. Kita tunggu saja tindakan pemerintah setelah ini.

Pengirim
Erik Purnama Putra

Aktivis Pers Kampus Bestari UMM

erikeyikumm[at]yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: