Jangan Tunda Turunkan Harga BBM

Kontak Pembaca, Sabtu, 22 November 2008 (Sinar Harapan)turunkan-bbm

Dunia sedang berada dalam ketidakpastian. Belum lekang dari ingatan masyarakat bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di pasaran dunia sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah pada 11 Juli dengan harga US$147,27 per barel. Berselang empat bulan kemudian, pada Oktober ini harga minyak mentah dunia jatuh di bawah kisaran US$50 per barel. Sebuah peristiwa aneh, namun realitanya seperti itu.

Jika pada waktu harga emas hitam dunia naik secara gila-gilaan pemerintah mengeluarkan kebijakan menaikkan harga BMM dalam negeri. Sekarang apakah setelah harga minyak dunia turun lebih 50 persen, pemerintah akan melakukan kebijakan menurunkan harga BBM dalam negeri.
Pertanyaan itu patut dilontarkan masyarakat mengingat beberapa waktu lalu pemerintah pernah berujar bahwa harga BBM bersubsidi dalam negeri akan disesuaikan dengan harga minyak dunia. Sehingga jika harga minyak dunia naik, tentu pemerintah tidak bisa terus meningkatkan subsidi, dan dengan berat hati akan menaikkan harga BBM dalam negeri.

Nah, sekarang harga minyak dunia sudah turun dan berada pada kisaran US$50 per barel. Menyikapi itu, apakah pemerintah akan menepati janjinya dengan menurunkan harga BBM bersubsidi yang dinikmati mayoritas penduduk Indonesia?

Sebagai masyarakat biasa, kita tentu memiliki hak untuk protes kepada penguasa jika sekiranya kebijakan yang dikeluarkan bersifat kontradiktif. Karena menurunkan harga BBM bersubsidi adalah sebuah keniscayaan guna meringankan beban hidup masyarakat miskin.

Pasalnya, dengan menurunkan harga BBM, dapat dipastikan biaya hidup yang harus ditanggung masyarakat setidaknya bisa dikurangi, dan kegiatan ekonomi masyarakat bisa meningkat. Yang berakibat sektor rill yang menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia bisa digerakkan.
Karena itu, tidak ada ruginya sedikit pun bagi pemerintah jika sampai menurunkan harga minyak jenis premium, solar, maupun minyak tanah, sebab pengurangan subsidi itu juga tidak terlalu membebani APBN.

Kita harapkan pemerintah mempunyai good will untuk menurunkan harga BBM bersubsidi. Jangan sampai pemerintah menunda keputusan menurunkan harga BBM bersubsidi. Karena saya yakin jika harga BBM diturunkan akan berdampak besar bagi terciptanya stimulus ekonomi masyarakat bawah yang mobilisasi ekonominya dapat terus ditingkatkan, dan tentu sektor riil akan terus bisa melesat.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Psikologi UMM

Gedung SC Lt 1 Bestari UMM.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: