Mahasiswa, Penggerak Melawan HIV/AIDS

Suara Konsumen, 2 Desember 2008 (Surabaya Post)

Peringatan hari AIDS diperingati 1 Desember setiap tahunnya. Dari waktu ke waktu penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yang merupakan penyakit berbahaya ini semakin banyak menimbulkan korban.. Penyakit yang disebabkan virus HIV (Human Immunodeficiency Virus), belum ditemukan obat penawarnya hingga sekarang. Karena itu, jumlah korban angka kematian yang diakibatkan penyakit tersebut sangat besar.

Misalnya, akibat pergaulan yang terlampau bebas di era sekarang, membuat para generasi muda, khususnya mahasiswa berpotensi besar terkena penularan penyakit tersebut. Untuk itu, perlu dilakukan upaya penanganan komprehnsif dengan cara mencegah penyebaran penyakit mematikan itu dengan memberikan pendidikan terkait bahayanya penyakit HIV/AIDS, serta harus dibentuk sebuah penyadaran gerakan masif peduli terhadap penderita HIV/AIDS supaya tidak semakin banyak yang terkena penyakit berbahaya itu.

Di samping itu, penyebab utama yang bisa menyebarkan penyakit AIDS adalah pemakaian bersama jarum suntik dalam pemakaian penyalahgunaan narkoba, dan akibat perilaku seks menyimpang karena berganti pasangan yang tak resmi dan tidak aman.

Informasinya, penderita penyakit AIDS di Indonesia kebanyakan adalah orang muda berusia produktif antara 19–26 tahun, yang sebagian besar adalah mahasiswa. Sebenarnya, peran mahasiswa yang bisa menjadi contoh baik bagi masyarakat dalam melawan penyakit tersebut malah berujung kontradiksi. Di mana, malah mahasiswa yang banyak mengidap penyakit HIV/AIDS.

Alih-alih menjadi contoh masyarakat, malahan mahasiswa menjadi kelompok terbesar yang terkena HIV/AIDS. Hal itu terjadi karena banyak di kalangan mahasiswa yang melegalkan pergaulan bebas dan menjadi pecandu narkoba dengan memamaki jarum suntik. Ditambah karakteristik umum mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu sangat tinggi menyebabkan mereka mencoba segala sesuatu yang menurutnya menarik dan tidak begitu peduli dengan akibat buruk yang bisa timbul akibat ulah negatif tersebut.

Di sini lah peran mahasiswa sebagai individu yang berpendidikan tinggi bisa dijadikan sebagai motor penggerak dalam upaya mempromosikan pencegahan penyakit AIDS. Sebagai kaum muda berintelektual tinggi sudah selayaknya mahasiswa menjadi teladan masyarakat untuk memberikan pengetahuan bahwa penyakit AIDS sangat berbahaya bagi kehidupan  manusia.

Sehingga upaya pencegahan dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat pasti dampak hasilnya lebih baik dibandingkan efek kurasi. Karena itu, upaya maksimal untuk menyerukan kepada masyarakat dampak yang ditimbulkan penyakit AIDS harus terus dilakukan mahasiswa. Dan perilaku mahasiswa diharapkan dapat menjadi contoh baik bagi masyarakat untuk menggalakkan program melawan penyakit AIDS.

Erik Purnama Putra

Anggota Forum Diskusi Ilmiah UMM

Gedung SC Lt 1 Bestari UMM, Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: