Berkembangnya Politik Dinasti

Forum Pembaca, Kamis, 11 Desember 2008 (Duta Masyarakat)

Dunia perpolitikan memang selalu menyajikan berbagai peristiwa terbaru yang layak diikuti. Dan kejadian terbaru yang menarik perhatian masyarakat adalah semakin berkembangnya politik dinasti yang diikuti munculnya politikus instans di kalangan arena politik di Indonesia.

Beberapa nama yang sudah mulai dikenal masyarakat luas adalah Hanafi Amien Rais (putra Amien Rais), Puan Maharani (putri Megawati) dan Eddy Baskoro (putra SBY), serta beberapa tokoh politik nasional lainnya. Hebatnya, secara tiba-tiba nama mereka mencuat dan berhasil mencuri perhatian masyarakat dan media massa (cetak maupun eletronik). Sehingga, media massa banyak yang menyoroti anak politikus ternama itu dan mengeksposnya. Dampaknya sungguh luar biasa. Beberapa politikus muda tersebut mendapatkan pemberitaan secara luas hingga namanya semakin melambung.

Menyikapi kondisi itu, mantan Presiden B.J.Habibie berujar, politik dinasti harus dilawan. Jangan sampai dunia perpolitikan dikuasai oleh kelompok tertentu. Karena untuk menjadi politikus handal harus dibentuk melalui proses panjang, yang dibentuk dengan cara pendidikan politik dan kaderisasi partai supaya menjadi politikus yang teruji benar ketika terjun ke dalam panggung politik.

Karena saat ini, menurut Habibie, dunia perpolitikan di Indonesia masih dikuasai orang tertentu saja. Sehingga kepemimpinan seperti sebuah dinasti yang terjadi karena faktor keturunan. Padahal, yang berhak memimpin Indonesia adalah orang terbaik yang dimiliki bangsa ini tanpa melihat faktor SARA dan garis keturunan.

Sayangnya, politik dinasti mengabaikan hal itu. Pasalnya, politikus muda tersebut hanya ndompleng nama besar orang tuanya yang sudah dikenal masyarakat. Sehingga banyak kalangan beranggapan, politikus muda tersebut adalah tokoh politik instan yang bisa besar karena terbantu nama orang tuanya. Bukannya terkenal karena kemampuan yang dimilikinya

Padahal, kondisi itu bisa berakibat kurang baik bagi sistem perpolitikan di Indonesia. Pasalnya, sudah jelas bahwa politik dinasti di era modern sangat bertentangan dengan prinsip demokrasi. Lagian, politikus muda tersebut juga belum teruji benar.


Erik Purnama Putra

Anggota UKM FDI UMM dan Aktivis Pers Kampus Bestari Unmuh Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: