Gerakan Menanam Pohon

Kamis, 3 Desember 2008 (Jurnal Nasional)

Tahun lalu Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengeluarkan data jika laju deforestation (kerusakan hutan) di Indonesia adalah yang paling cepat di dunia. Hutan di Indonesia hilang sebesar 7,2 hektare setiap menitnya, yang sebagian besar diakibatkan praktik illegal logging (penebangan pohon) dan aktivitas perambahan hutan secara ilegal.

Sebagai penduduk Indonesia, kita patut miris menyikapi keadaan tersebut. Limpahan kekayaan alam yang diberikan Tuhan kepada bangsa ini yang seharusnya dikelola dengan baik untuk kepentingan rakyat malah dirusak dan hanya dinikmati segelintir kelompok. Karena itu, kerusakan lingkungan yang sudah dalam taraf mengkhawatirkan membuat perlu adanya sebuah gerakan sadar terhadap lingkungan.

Menyikapi kondisi itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia supaya lebih mencintai lingkungannya. Seruan itu disampaikan SBY saat orang nomor satu di Indonesia itu menghadiri kegiatan penanaman pohon di Pusat Penelitian Limnologi LIPI, Bogor pada acara peringatan hari Menanam Pohon Indonesia (28/11).

Pada kesempatan itu, SBY dan seluruh penduduk Indonesia menanam 100 juta bibit pohon sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Karena jika semakin banyak pohon tumbuh di sekitar kita, pasti kesehatan masyarakat akan terjaga karena mendapatkan pasokan oksigen yang berkualitas.

Sebagai warga negara baik, kita patut mendukung ajakan SBY tersebut. Karena sudah diketahui bersama bahwa kondisi alam sudah dalam taraf mengkhawatirkan. Sehingga perlu sebuah kerja nyata untuk mengembalikan kondisi lingkungan supaya menjadi lebih baik.

Salah satunya dengan ikut berperan aktif menanam pohon di sekitar tempat tinggal atau lahan kosong yang ada di lingkungan. Karena upaya itu, meminjam istilah Presiden SBY, merupakan salah satu tindakan cerdas untuk menyelamatkan lingkungan.

Meskipun hanya menanam satu pohon. Namun hal itu sudah lebih berarti daripada hanya sekedar memprotes kebijakan pemerintah yang dirasa kurang bisa menjaga kelangsungan hutan. Pasalnya, hasil tindakan nyata pasti mendatangkan manfaat bagi orang lain. Sementara, banyak bicara belum tentu dapat memberikan hasil positif bagi masyarakat.

Gerakan menanam pohon harus dilakukan setiap masyarakat dan dijadikan tradisi bangsa guna membangun kesadaran akan lingkungan hidup. Karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup jika lingkungan di sekitarnya sudah mengalami degradasi. Sehingga diperlukan tindakan arif untuk menempatkan alam pada posisi sama sebagai bagian menciptakan tata kehidupan yang seimbang.

Karena itu, tindakan preventif lebih baik dilakukan sebagai upaya menciptakan kondisi alam lebih baik. Di samping menciptakan keseimbangan hubungan alam dengan manusia. Juga untuk menghindarkan manusia dari bencana alam yang diakibatkan ulah manusia itu sendiri.

 

Erik Purnama Putra

Anggota Forum Diskusi Ilmiah UMM

Gedung SC Lt.1 Bestari UMM, Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: