Melirik Sektor Bahari

INDONESIA bisa jaya jika melirik sektor kelautan. Karena terbukti, kebijakan pemerintah masa lalu yang berorientasi pada daratan tidak mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. Jalan satu-satunya yang musti dilakukan pemerintah adalah mengoptimalkan potensi bahari yang menyimpan segudang kekayaan laut.

Kalimat di atas adalah rangkuman orasi ilmiah yang diutarakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, kepada wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang, akhir pekan lalu di Kampus III UMM ketika menjadi tamu undangan.

Kekayaan laut yang tidak terkira jumlahnya masih sangat sedikit yang sudah dimanfaatkan bangsa Indonesia, khususnya nelayan. Malahan, kekayaan yang terkandung di dasar lautan lebih banyak dinikmati nelayan asing secara ilegal.

Tengok saja, bagaimana nelayan negeri tetangga yang dengan seenaknya menguras sumber daya laut, terutama praktik illegal fishing yang masuk wilayah Indonesia.
Nelayan Indonesia belum bisa berbuat banyak menikmati kekayaan lautnya sendiri akibat kurangnya pemahaman tentang kondisi kelautan di wilayahnya.

Di samping kendala peralatan sederhana dan kurang adanya dukungan dari pemerintah yang tidak menjadikan sektor bahari sebagai basis pembangunan bangsa, yang membuat nelayan menjadi penonton di negeri sendiri.

Padahal, seluruh wilayah negara Indonesia yang berupa daratan hanya sepertiga. Yang lainnya berupa lautan luas yang menyimpan kekayaan laut tiada terkira. Namun, selama ini kebijakan pemerintah memang masih berkutat pada daratan dan melupakan bidang kemaritiman.

Sehingga membuat Indonesia yang dikarunia kekayaan hayati laut yang serba melimpah tidak terurus dan bangsa ini menjadi tertinggal dibanding negara lainnya.

Karena itu, sebelum makin tertinggal jauh dari negeri tetangga, sudah selayaknya pemerintah berubah arah untuk mengembangkan sektor bahari sebagai penopang utama pembangunan perjalanan bangsa.

Pasalnya, jika bangsa Indonesia beralih kepada bidang kemaritiman, diyakini Tanah Air bisa jaya dan masyarakat bisa hidup lebih sejahtera dibanding generasi sebelumnya

Terbukti, zaman dulu kerajaan nenek moyang bangsa Indonesia pernah menjadi besar dan disegani bangsa lainnya. Pasalnya, orang dulu menjadikan kelautan sebagai basis membangun bangsa.

Dari segi geografis, bangsa Indonesia sudah jelas jika termasuk sebagai negara lautan. Pasalnya, dari ujung barat ke timur kepulauan Indonesia yang berjejer tersebut satu sama lainnya dibatasi selat yang membentuk sebuah lautan.

Tidak dapat dimungkiri jika Indonesia adalah negara maritim. Pertambahan penduduk yang semakin besar membawa dampak pada meningkatnya kebutuhan makanan masyarakat Indonesia.

Sayangnya, semakin sempitnya luas daratan yang menjadi lahan produktif tanaman membuat jumlah makanan menjadi tidak sebanding dengan kebutuhan. Jalan satu-satunya adalah memanfaatkan potensi laut yang belum banyak digarap masyarakat Indonesia.

Jika nanti bangsa Indonesia sudah bisa berkiblat pada sektor kemaritiman, Freddy yakin bangsa ini bisa menjadi negara maju dan mampu berjaya di antara negara dunia lainnya.
Hanya dengan concern meningkatkan sektor kelautan sebagai basis menciptakan kemakmuran masyarakat, bangsa Indonesia bisa berdiri tegak dan dipandang dunia.

Oleh Erik Purnama Putra

Anggota UKM FDI UMM

http://www.erikpurnama.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: