Perang Melawan Korupsi

Selasa, 9 Desember 2008 (Jurnal Nasional)

Setiap tanggal 9 Desember selalu diperingati sebagai hari Antikorupsi Sedunia, tidak terkecuali di Indonesia. Peringatan hari Antikorupsi Sedunia disambut lembaga penegak hukum negeri ini dengan berbagai cara. Salah satu langkah progresif yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung) menyambut hari perang terhadap korupsi itu dengan membuka Sekolah Antikorupsi Pangeran Diponegoro di SMA Negeri 3 Jakarta.

Langkah Kejagung itu dapat dibilang sebagai sebuah terobosan baru bagi upaya lembaga penegak hukum Indonesia dalam upaya perang terhadap korupsi. Dibukanya Sekolah Antikorupsi itu merupakan langkah konkret Kejagung menciptakan pendidikan berwawasan hukum pertama di Indonesia. Sehingga diharapkan siswa yang mendapatkan pelajaran tentang korupsi dapat lebih memahami dan mengenali berbagai tindak pidana korupsi, yang banyak menimbulkan dampak merugikan bagi negara Indonesia.

Pepatah lama mengatakan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Tampaknya falsafah itu dimaknai benar oleh lembaga penegak hukum negeri ini untuk membuat terobosan baru guna mencegah semakin meluasnya tindak pidana korupsi di Indonesia. Buktinya, di samping terus berupaya membongkar praktik korupsi diberbagai institusi pemerintahan. Lembaga penegak hukum juga meluncurkan kebijakan preventif sebagai upaya mencegah berkembangnya korupsi.

Perang melawan korupsi yang gencar dilakukan lembaga penegak hukum di Indonesia terus berlangsung hingga sekarang. Namun, semua itu saat ini dibarengi dengan langkah preventif sebagai upaya antisipatif institusi hukum untuk membendung korupsi supaya tidak semakin menyebar dan menjangkiti seluruh sendi kehidupan masyarakat. Semua kebijakan itu dilakukan supaya korupsi bisa ditekan dan dihilangkan dari bumi Indonesia.

Pembentukan Sekolah Antikorupsi merupakan wujud tindakan cerdas Kejagung sebagai penanggulangan praktik korupsi yang sudah menggejala luas di setiap lini kehidupan masyarakat. Pasalnya, praktik korupsi yang terus berlangsung diberbagai institusi pemerintahan membuat perlu adanya sebuah terobosan baru guna mengeliminasi korupsi dari negeri ini.

Tidak hanya Kejagung, upaya progresif perang terhadap korupsi sebelumnya juga sudah dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan membuat program warung kejujuran. Kebijakan menciptakan warung kejujuran oleh KPK diharapkan mampu melatih generasi muda supaya tidak teracuni virus korupsi yang dilakukan generasi tua, terutama pejabat negara.

Pasalnya, diadakannya warung kejujuran yang dibentuk diberbagai sekolah di daerah Indonesia merupakan tindakan tepat guna memunculkan kader yang mampu memahami korupsi. Sehingga diharapkan generasi muda dapat dilatih untuk melawan korupsi dengan terlebih dahulu membentuk karakternya menjadi pribadi jujur.

Hal itu penting dilakukan mengingat korupsi tidak bakal bisa dilenyapkan jika hanya memakai metode penindakan dan menjebloskan koruptor ke penjara. Pasalnya, langkah itu kurang efektif dan hanya memberikan shock therapy kepada yang bersangkutan.

Sehingga upaya KPK yang menggunakan pendekatan baru dalam perang terhadap korupsi yang tidak melulu dilakukan dengan cara frontal menjebloskan koruptor ke penjara patut diapresiasi. Pasalnya, tindakan pencegahan sangat efektif dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda betapa bahayanya akibat yang ditimbulkan pelaku korupsi. Sehingga melalui cara preventif sebagai upaya membentengi diri generasi muda agar tidak ikut-ikutan tertarik ingin melakukan perbuatan korup perlu digalakkan.

Semua langkah yang ditempuh lembaga penegak hukum di atas perlu mendapat dukungan kuat dari masyarakat. Karena tanpa adanya bantuan dari masyarakat, mustahil semua program yang digeber Kejagung dan KPK dapat berjalan sukses dan menimbulkan perubahan besar.

Kita harapakan, langkah jitu kedua lembaga penegak hukum itu bisa menjadi pondasi terciptanya generasi sadar korupsi dan sistem penegakan hukum lebih baik di masa datang. Sehingga ke depannya akan terbentuk generasi muda yang sangat menentang segala bentuk praktik penyelewengan uang di negara ini.

 

Erik Purnama Putra

Aktivis Pers Koran Kampus Bestari UMM

erikeyikumm@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: