Salut Kinerja Bagus KPK

Forum Pembaca, Jumat, 5 Desember 2008 (Duta Masyarakat)

Dunia penegakan hukum di Indonesia memasuki babak baru ketika banyak kasus korupsi berhasil dibongkar dan pelakunya diseret ke penjara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebagai warga negara, kondisi itu patut disyukuri. Karena hal itu merupakan sebuah keniscayaan bagi terciptanya keadilan dalam tatatan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kerja keras KPK mengungkap praktik korupsi telah mampu memberikan angin segar bagi terciptanya pondasi sistem hukum yang lebih baik dan kuat di Indonesia. Tindakan KPK yang tidak pandang bulu dalam menyeret pelaku pencurian uang negara membuat banyak masyarakat menaruh harapan besar kepada institusi penegak hukum yang dibentuk pasca reformasi tersebut.

Berbagai gebrakan KPK dalam membongkar praktik korupsi di tataran elite petinggi negara merupakan sebuah prestasi membanggakan yang sulit ditandingi lembaga hukum lainnya. Berkaca dari itu, KPK memiliki niatan baik yang ingin melenyapkan segala bentuk tindak pidana korupsi di setiap institusi birokrasi pemerintahan.

Di samping itu, KPK ingin menciptakan rasa keadilan bagi masyarakat yang selama ini sudah muak melihat sepak terjang elite pejabat yang dengan seenaknya sendiri menikmati uang negara, yang seharusnya itu digunakan untuk program rakyat miskin. Masalahnya, selama itu pula masyarakat hanya bisa berharap terciptanya sistem hukum yang lebih baik. Dan keberadaan KPK menjawab segala keresahan masyarakat yang mengidamkan terciptanya penegakan hukum yang berkeadilan.

Bukannya apa, namun kinerja KPK yang getol memberantas korupsi membuat penegakan hukum menjadi lebih bertaji dan menimbulkan dampak menakutkan bagi koruptor maupun orang yang akan melakukan korupsi. Buktinya, gebrakan lembaga penegak hukum di bawah pimpinan Antasar

Azhar itu telah mampu membuat banyak birokrasi pemerintahan menjadi lebih hati-hati dalam menyalurkan anggaran, karena tidak ingin salah prosedur supaya tidak diindikasi ingin melakukan perbuatan korup.

Kinerja KPK yang berani memenjarakan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Pohan, ke dalam Rumah Tahanan (Rutan) adalah bukti terbaru betapa KPK dalam memberantas korupsi tidak pandang bulu. Tindakan itu sangat diapresiasi masyarakat dan merupakan fakta bentuk ketegasan KPK dalam upaya membongkar pencurian uang negara dalam skandal aliran dana BI.

Jika selama ini KPK dinilai tebang pilih dalam pemberantasan korupsi dengan menangkap koruptor tertentu, dengan adanya penahanan Aulia Pohan yang juga besan Presiden SBY, tentu cibiran tersebut sudah tidak relevan lagi. Yang ada malah KPK dinilai sebagai lembaga hukum yang sangat keras dan getol dalam melawan segala bentuk praktik korupsi yang banyak dilakukan pejabat negara.

Untuk itu, ke depannya KPK harus bisa menjadi institusi yang lebih berani menggelorakan perang terhadap korupsi. KPK wajib melawan arus lembaga penegak hukum lainnya yang selama ini dikenal lembek dalam menangani kasus hukum yang melibatkan petinggi negara.

Hal itu penting dilakukan supaya dahaga publik Tanah Air yang ingin menyaksikan para pelaku pencuri uang negara bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan dapat direalisasikan. Pasalnya, jika kondisi itu mampu diciptakan KPK, lembaga hukum termuda itu akan dicatat sejarah dan akan diingat masyarakat Indonesia atas jasanya yang telah berhasil menciptakan keadilan bagi rakyat.

Yang terpenting, semua orang, baik itu presiden hingga rakyat jelata jika memang bersalah harus siap menerima konsekuensinya sesuai hukum yang berlaku. Dan untuk itu, KPK tidak perlu takut untuk berhadapan dengan pejabat mana pun. Karena semua yang dilakukan KPK demi menegakkan hukum di Indonesia didukung sepenuhnya rakyat Indonesia.

Erik Purnama Putra

Anggota Forum Diskusi Ilmiah UMM

Gedung SC Lt.1 Bestari UMM, Malang

e-Mail : erikpurnama.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: