Peringatan dan Saran Hari Ibu

Senin, 22 Desember 2008 (Jurnal Nasional)

Setiap 22 Desember, selalu diperingati sebagai Hari Ibu. Menyikapi hari penting itu selayaknya bagi setiap insan yang memiliki ibu hendaknya tidak menjadikan perayaan bersifat itu sebagai seremonial belaka. Jauh lebih esensial jika Hari Ibu dijadikan sebagai refleksi bagi setiap pribadi untuk membuka mata dan hati bagaimana betapa besarnya jasa ibu dalam melahirkan, merawat dan membesarkan anaknya. Karena pada dasarnya hal itu yang penting dibanding hanya sekedar merayakannya.

Di samping itu, peringatan Hari Ibu harus dijadikan kekuatan mendongkrak motivasi kaum wanita supaya bisa lebih baik dari sebelumnya. Jika selama ini kaum hawa terpinggirkan dan seolah hanya menjadi pelengkap kaum pria. Dengan perayaan Hari Ibu, kaum wanita harus mampu menunjukkan eksistensi dirinya supaya bisa lebih baik dari segi kualitas.

Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan Indonesia,  Meutia Hatta, dirinya berharap dengan peringatan Hari Ibu ke-80 ini, kaum perempuan dapat menyadari perjuangan yang harus dilakukan untuk menghadapi dunia baru, yaitu masa globalisasi. Karena kaum wanita sangat penting dalam memberi perubahan terhadap bangsa sebagai upaya menyiasati tekanan hidup di era modern. Jangan sampai peringatan Hari Ibu berhenti pada tataran seremonial.

Karena masih banyak masalah yang belum terselesaikan seputar kaum Hawa. Kasus traffiking yang banyak menjadikan wanita sebagai korban harus diselesaikan supaya tidak ada lagi perdagangan wanita. Masalah seputar Tenaga Kerja Wanita (TKW) juga masih menjadi momok menakutkan. Buktinya banyak TKW yang bekerja di berbagai negara asing sering mendapatkan penyiksaan dari majikannya. Dan itu terus terjadi berulang kali tanpa pernah ada penyelesaian konkrit dan menyeluruh dari pemerintah.

Di samping itu, kemajuan kaum wanita sutau bangsa juga merupakan keniscayaan bagi terselenggaranya kehidupan negara yang lebih baik. Setiap wanita harus terbakar dan menyiapkan dirinya untuk menjadi sosok panutan bagi setaip anaknya untuk dapat menghasilkan generasi berkualitas. Yang penting, peringatan Hari Ibu harus memberikan manfaat penting bagi peningkatan peran kaum Wanita dalam mengupayakan terciptanya  keadaan lebih baik.

Masalah pendidikan juga masih perlu ditingkatkan supaya kalangan perempuan tidak tertinggal jauh dengan laki-laki. Hanya dengan membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi perempuan setidaknya bangsa Indonesia bisa menciptakan keadilan berkelanjutan sebagai modal membangun supaya bangsa ini bisa besar dan terus tegak berdiri.

Tidak hanya itu, perempuan juga harus proaktif dalam mengejar ketertinggalannya dari laki-laki. Dan jangan hanya menjadi penonton belaka dalam setiap lini kehidupan yang sebenarnya membutuhkan peran perempuan secara lebih. Karena pada dasarnya setiap lini kehidupan membutuhkan sosok perempuan sebagai penyeimbang dominasi laki-laki supaya tercipta kehidupan harmonis dan menciptakan kekuatan penting bagi perjalanan bangsa Indonesia.

Erik Purnama Putra

Anggota UKM FDI UMM dan Aktivis Pers Kampus Bestari Unmuh, Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: