Mencegah PHK Massal

Citizen Journalism, Rabu, 31 Desember 2008 (Surabaya Post)

Dampak krisis resesi global yang bermula dari kredit perumahan (subprime mortgage) di Amerika Serikat (AS), mulai dirasakan kalangan industri Indonesia. Imbas krisis finansial dunia itu berdampak pada menurunnya kinerja sektor perdagangan Indonesia. Kondisi itu jelas menjadi sinyal ancaman bagi keberlangsungan nasib karyawan diberbagai perusahaan, yang berada pada bayang-bayang pemecatan.

Indikasi ke arah itu sudah terlihat nyata. Banyak perusahaan, terutama bidang manufaktur yang berbasis padat karya dengan mempekerjakan banyak orang sudah mulai kembang-kempis dan tidak kuat menjalankan roda perusahaan. Jalan terakhir dan satu-satunya guna menjaga keberlangsungan perusahaan adalah melakukan efisiensi secara besar-besaran. Atau dengan kata lain, mau tidak mau pihak direksi perusahaan bakal mengeluarkan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja dan Transimigrasi Republik Indonesia, hingga November tercatat 16.988 tenaga kerja sudah di-PHK. Sementara, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Sepatu Indonesia (Aprisindo), mengungkap, karyawan yang bekerja pada sektor industri manufaktur di Jawa Timur sudah 3 ribu pekerja di-PHK, 4 ribu di wilayah Tanggerang, dan 4 ribu di Jawa Barat. Hal itu merupakan cerminan bahwa industri padat karya paling terpukul akibat krisis finansial global karena pasar ekspor mengalami kelesuan sehingga produksi sepatu Indonesia tidak terjual.

Menyikapi itu, sudah saatnya pemerintah tidak berdiam diri dan segera turun tangan guna mencegah semakin besar korban PHK perusahaan. Pengusaha dan pemerintah harus duduk satu meja guna merumuskan langkah terbaik untuk mencegah semakin terpuruknya sektor industri demi memperkecil langkah perusahaan melakukan PHK terhadap buruh.

Pemberian insentif dan pembuatan kebijakan pro pengembangan usaha harus diluncurkan guna menyelamatkan nasib ribuan buruh lain yang sekarang dalam taraf terancam di-PHK. Pembentukan iklam usaha yang pro investor harus digalakkan agar keran investasi terus mengalir. Pasar domestik juga terus dikembangkan supaya terjadi perputaran aliran uang. Sehingga ekonomi bisa menggeliat dan ancaman besar PHK bisa dicegah semakin luas.

Jangan sampai krisis global berimbas pada semakin banyaknya jumlah pengangguran di negeri ini. Kalangan pengusaha juga jangan seenaknya melakukan PHK. Karyawan maupun buruh jangan dikorbankan. Efisiensi proses produksi perusahaan mutlak dilakukan demi menjaga kelangsungan nasib tenaga kerja.

Tidak boleh dilupakan, industri Usaha Kecil dan Menengah (UKM) juga perlu mendapatkan uluran tangan pemerintah. Karena selama ini terbukti UKM mampu bertahan dari terpaan badai krisis. Gelontoran dana sebagai modal baru guna menghindari limbung akibat serbuan krisis perlu dilakukan segera.

Hal itu mesti dilakukan supaya dunia industri bisa tertolong dan perdagangan dapat bergerak. Karena dapat dipastikan melemahnya kinerja sektor industri akan semakin memperburuk situasi perekonomian bangsa Indonesia.

Tak hanya itu, pemerintah wajib menjaga inflasi supaya barang kebutuhan tidak melambung supaya daya beli masyarakat tidak turun. Karena jika daya beli masyarakat melemah, maka pertumbuhan ekonomi akan seret dan dalam skala besar dunia usaha bakal terancam bangkrut. Sehingga jalan satu-satunya agar PHK masal tidak benar-benar terjadi, kebijakan pemerintah harus dibuat teliti dengan mempertimbangkan segala aspek dengan mendahulukan kepentingan masyarakat dan bisa menjaga iklim dunia industri bisa tetap kondusif agar sektor riil dapat terus berputar.

Erik Purnama Putra

Anggota UKM FDI UMM

Gedung SC Lt.1 Bestari Unmuh Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: