Spirit Motivasi

Warteg, Rabu, 31 Desember 2008 (Surya)a-mothers-love

Setiap tanggal 22 Desember, Negara Indonesia selalu memperingati Hari Ibu. Datangnya Hari Ibu sepatutnya dijadikan semangat tersendiri bagi kaum wanita, terutama sosok ibu dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Pasalnya, dari waktu ke waktu, sosok ibu dan wanita peranannya semakin penting dan memberikan dampak signifikan bagi terciptanya tatanan sosial masyarakat.

Sekarang, banyak kalangan berpendapat, kemajuan wanita merupakan keniscayaan bagi terselenggaranya kehidupan negara yang lebih baik. Karena itu, setiap wanita harus terbakar dan menyiapkan dirinya untuk menjadi sosok panutan anaknya supaya bisa menghasilkan generasi berkualitas dalam menyambut Hari Ibu.

Jika selama ini peran ibu lebih banyak hanya pada tataran domestik (dapur, kasur dan sumur). Sudah saatnya sekarang porsi wilayah ibu untuk dapat berperan lebih dibanding sekedar hanya pada tataran itu. Sehingga yang dapat dilakukan adalah dengan menunjukkan dirinya bukan lagi sebagai wanita lemah yang perlu dikasihani dan diberi bantuan. Namun harus mengupayakan agar dirinya bisa menjadi pribadi mandiri dan tegar dalam menghadapi segala cobaan hidup.

Memang tidak perlu sampai harus menggelorakan semangat emansipasi wanita dan gerakan feminisme yang menuntut adanya kesetaraan gender. Karena memang pada dasarnya wanita dan pria diciptakan Tuhan berbeda. Karena itu, wanita, khususnya ibi, wajib menunjukkan sisi keintelektualitasnya supaya lebih dari cukup untuk menjadi sosok ibu panutan.

Peringatan Hari Ibu hendaknya juga perlu dijiwai dan diaplikasikan dalam setiap kehidupan, bukan sekedar ritual peringatan belaka. Pasalnya, yang penting pada peringatan Hari Ibu adalah harus bisa memberikan manfaat penting bagi peningkatan kaum wanita dalam berbagai bidang kehidupan.

Di samping itu, peringatan Hari Ibu harus dijadikan kekuatan spirit mendongkrak motivasi kaum wanita supaya bisa lebih baik dari sebelumnya. Jika selama ini kaum hawa terpinggirkan dan seolah hanya menjadi pelengkap kaum pria. Dengan perayaan Hari Ibu, kaum wanita harus mampu menunjukkan eksistensi dirinya supaya bisa lebih baik dari segi kualitas.

Seperti yang diutarakan Menteri Pemberdayaan Wanita RI, Meutia Hatta, yang berharap dengan peringatan datangnya Hari Ibu ke-80, kaum perempuan dapat menyadari perjuangan yang harus dilakukan untuk menghadapi masa globalisasi. Dengan menjadi pribadi berkualitas setidaknya kaum wanita harus dapat memberi perubahan dan warna baru terhadap perjalanan bangsa.

Meski sulit, tetapi jika ada semangat besar dari kaum wanita, hal itu bukanlah sekedar mimpi belaka untuk bergerak maju merealisasikannya.  Karena itu, jalan satu-satunya adalah dengan mengharapkan datangnya kreativitas yang tidak biasa dari kaum perempuan.

Karena apalah artinya peringatan Hari Ibu jika hanya dijadikan ritual belaka. Jangan sampai peringatan berhenti sampai di situ. Pasalnya, masih banyak masalah yang belum terselesaikan seputar kaum Hawa. Perempuan jangan hanya menjadi penonton belaka. Setiap lini kehidupan sebenarnya membutuhkan sosok perempuan sebagai penyeimbang dominasi laki-laki supaya tercipta kehidupan harmonis.

Erik Purnama Putra

Anggota UKM FDI UMM

erikeyikumm@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: