Tantangan Berat Presiden SBY

Jumat, 2 Januari 2009 (Jurnal Nasional)

Beberapa bulan menjelang pemerintahannya berakhir, kinerja Presiden SBY mendapatkan sorotan dari masyarakat luas. Begitulah kondisi nyata jika mengacu pada hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN), Jumat (26/12) dan Lembaga Riset Informasi (LRI), Sabtu (27/12), yang menyebutkan bahwa beberapa indikator kinerja pemerintah menurut responden banyak mendapatkan penilaian kurang memuaskan karena belum membawa perubahan besar di mata rakyat.

Hasil survei kedua lembaga itu juga menyimpulkan jika SBY masih ingin terpilih kembali pada pemilihan umum (pemilu) 2009, maka kinerja pemerintahannya menjelang berakhirnya masa kekuasaannya harus digenjot supaya membawa kebaikan bagi rakyat.

Menyikapi hasil survei itu, sudah bisa dijadikan gambaran awal bahwa itu merupakan sebuah bentuk cambuk bagi pemerintahan SBY-JK untuk terus meningkatkan kinerjanya. Pasalnya, dengan tingkat kepuasan masyarakat sebesar itu, pemerintah mau tidak mau wajib memperbaiki kondisi bangsa ini, terutama menyangkut bidang ekonomi.

Meskipun begitu, hingga Desember 2008, tingkat elektabilitas SBY sebagai presiden masih tertinggi dibanding calon presiden (capres) lainnya yang sudah mendeklarasikan dirinya untuk maju meraih RI-1. Dan popularitasnya masih unggul daripada tokoh politik nasional lainnya.

Buktinya hasil survei berbagai lembaga selalu menempatkan SBY pada posisi tertinggi. Walaupun ada beberapa catatan khusus terhadap kinerja pemerintahan, namun masyarakat masih memandang tokoh politik nasional lainnya tidak lebih baik daripada SBY.

Menyikapi itu, ada baiknya pemerintah untuk terus berusaha keras mengupayakan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Ingat, pada 2009, banyak banyak kalangan memperkirakan akan muncul rintangan berat yang harus dihadapi pemerintah karena memasuki masa suram akibat imbas krisis dunia.

Sikap waspada disertai kerja ekstra mesti dilakukan pemerintah supaya Indonesia kuat mengahadapi serbuan krisis ekonomi global yang sudah mulai menjatuhkan banyak negara, termasuk negeri tetangga, Malaysia dan Singapura. Sehingga dampak krisis global itu tidak sampai menyerang sendi kehidupan masyarakat demi menghindarkan banyaknya PHK bagi buruh atau karyawan sebagai upaya untuk menekan jumlah pengangguran dan rakyat miskin.

Di samping itu, penyediaan lapangan kerja sebesar-besarnya juga wajib dilakukan pemerintah. Di samping, menjaga harga kebutuhan pokok supaya tidak melambung tinggi juga sangat penting. Dan tantangan itulah yang menjadi pertaruhan citra SBY di mata rakyat Indonesia.

Ramalan bayang-bayang kegagalan ekonomi yang dilontarkan berbagai pengamat juga selayaknya disikapi sebagai saran demi melecut kinerja pemerintah supaya lebih baik. Jika Presiden SBY beserta jajaran pemerintahannya sanggup membawa Indonesia melewati krisis dan menghindarkan rakyat dari berbagai tekanan sosial ekonomi, besar kemungkinan SBY akan mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat Indonesia. Karena sekarang rakyat sudah semakin cerdas dan cenderung akan memilih presiden yang giat bekerja daripada hanya sekedar menjadi tukang kritik.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa UMM

Gedung Student Center Lantai 1 Bestari Kampus III Unmuh Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: