Tingkatkan Keamanan Lautan

Suara Konsumen, 6 Januari 2009 (Surabaya Post)lautan

Banyak pelajaran dapat dipetik Negara Indonesia dari peristiwa pembajakan nelayan di wilayah perairan lepas Somalia. Berkaca itu, Indonesia sebagai negara maritim dengan dua pertiga wilayahnya terdiri lautan luas sepatutnya berusaha meningkatkan penjagaan keamaan pantai dan lautan. Pasalnya, wilayah perairan lepas Indonesia banyak yang menjadi menjadi jalur perdagangan internasional.

Seperti diutarakan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Hampir 38 persen dari 98 persen perdagangan laut dunia menggunakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) seperti Selat Sunda, Selat Lombok dan lainnya terutama wilayah RI di Selat Malaka. Sehingga munculnya ancaman gangguan laut dari perompak pasti berpeluang besar muncul di wilayah perairan Indonesia.

Selat Malaka sebagai salah satu jalur perdagangan laut paling sibuk di dunia adalah salah satu area yang perlu mendapatkan keamanan ekstra mengingat betapa vitalnya keberadaan jalur tersebut. Pasalnya, sangat memalukan jika wilayah lautan Indonesia banyak ‘dihuni’ perompak asing yang dengan seenaknya melakukan teror terhadap nelayan dan pelaut yang membawa hasil produk perdagangan. Karena itu, dengan mengupayakan terciptanya jalur perdagangan aman, setidaknya kegiatan pendistribusian barang antar negara beda benua melalui jalur laut Indonesia bisa lancar.

Aparat berwenang menangani wilayah keamanan lautan, dalam hal ini Tentara Republik Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) harus merancang strategi khusus guna menangkal semakin merajalelanya kasus perompak di lautan. Wilayah laut Indonesia harus dijaga dan segala aktivitas pelayaran asing harus mendapatkan jaminan keamanan sebagai syarat terciptanya jalur perdagangan lebih baik. Karena tidak mungkin jalur internasional bisa berkembang pesat jika banyak dihuni ‘bajak laut’ yang dengan bersenjata penuh berani mengacau jalur perdagangan internasional.

Sayangnya, jika berkaca pada kemampuan persenjataan TNI-AL, pasti masyarakat akan meragukan kemampuannya. Pasalnya, banyak sekali armada dan peralatan penunjang keamanan yang dimiliki sudah kuno dan tidak canggih. Sementara, kasus persenjataan yang dimiliki perompak saat ini sudah sedemikian modern dan melindungi aksinya dengan persenjataan lengkap dan peralatan perahu serba canggih. Sehingga tidak ada jalan selain terus meningkatkan persenjataan dan alutsista TNI AL sebagai upaya sarana melawan ancaman perompak. Misalnya, menambah jumlah secara kuantitas dan kualitas kapal perang dan patroli laut.

Meningkatkan patroli laut dan memperketat penjagaan adalah langkah preventif guna mencegah munculnya kekuatan perompak. Di samping itu, kgiatan itu sangat efektif untuk meminimalisir illegal fishing yang banyak dilakukan nelayan negara tetangga dengan mengeruk kekayaan laut Indonesia. Karena selama ini terlihat jelas pengamanan lautan masih sangat rapuh, ditandai banyaknya aktivtas ilegal pencurian ikan yang nilainya puluhan triliunan.

Kita tentu tidak ingin wilayah lautan dijadikan sarang perompak yang menyebarkan teror guna mengganggu jalannya aktivitas perdagangan internasional. Karena itu, pemerintah wajib meningkatkan segala sarana dan prasarana lautan dan infrastruktur demi tercapainya keamanan laut lebih baik. Dengan menjaga keamanan lautan sama saja dengan menegakkan keadulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Erik Purnama Putra

Aktivis Pers Kampus Bestari UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: