Lonceng Kematian Penegakan Hukum

Suara Pembaca, Jumat, 9 Januari 2009 (Surabaya Pagimunir

Keputusan mengejutkan dibuat majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (31/12), terkait kasus pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir. Setelah melalui berbagai proses persidangan, pihak pengadil tak dinyana membacakan vonis bebas murni kepada tersangka Muchdi Purwoprandjono, mantan Deputi V badan Intelijen Negara.

Jika berpatokan kejadian itu, dapat disimpulkan jika di negeri ini keadilan sulit dicari. Apalagi jika harus berhadapan dengan orang berpengaruh atau penguasa. Pasalnya, peristiwa bebasnya Muchdi Pr seperti menohok pemerintah yang dan telah menjatuhkan citra bahwa lembaga peradilan sudah membaik.

Bukan hanya keluarga Munir, dan masyarakat saja yang kecewa. Hasil keputusan itu juga mementahkan kerja keras Polri dan Kejaksaan Agung yang selama ini terus berusaha mengumpulkan bukti dan menelusuri kaitan Muchdi Pr dengan rencana pembunuhan Munir. Sehingga sangat kontradiksi keputusan hakim yang membebaskan tersangka. Padahal berbagai bukti yang menguatkan Muchdi Pr ikut terlibat pembunuhan munir juga cukup kuat.

Tidak berlebihan bila semakin banyak masyarakat yang mulai tidak percaya lagi dengan institusi pengadilan. Pasalnya, vonis bebas kepada Muchdi Pr tersebut sama saja telah meruntuhkan harapan dan kepercayaan rakyat Indonesia kepada lembaga pengadilan, yang selama ini memang selalu banyak membuat keputusan kontroversial hingga citranya berada pada titik nadir.

Banyak kejanggalan jika kita mengikuti peristiwa pembacaan vonis persidangan kasus Munir. Menurut Koordinator Komisi untuk Orang Hilang (Kontras), Usman Hamid, kelompok pendukung Munir yang menuntut Muchdi Pr, sebelum persidangan terakhir sudah mencium gelagat mencurigakan sebelum proses berjalannya sidang di PN Jaksel. Karena pagi sebelum kompleks PN Jaksel dibuka, di dalam ruang persidangan sudah dipenuhi kelompok pendukung Muchdi Pr.

Tak hanya itu, keputusan hakim yang mengulur waktu dan dibuat menjelang pergantian tahun, serta cuti kerja panjang turut memperkuat dugaan itu. Pasalnya, disinyalir keputusan hakim dikeluarkan demi menghindari sorotan masyarakat yang sedang berada pada kondisi euforia tahun baru. Sehingga perhatian publik mengendor dan pengawasan dari berbagai pihak yang mengawal jalannya sidang sejak pertama kali digulirkan mengendor. Akibatnya, keputusan janggal dan di luar dugaan dikeluarkan hakim, dan mantan Komandan Jenderal Kopassus itu dinyatakan tidak terbukti bersalah berkaitan dengan kematian Munir.

Sebagai masyarakat, saya jelas kecewa dan sangat khawatir kejadian itu bisa menjadi tanda lonceng kematian lembaga peradilan Indonesia. Bahkan, Gus Dur sampai menyebut di PN Jaksel banyak berkeliaran mafia peradilan. Boleh saja Mahkamah Agung (MA) membantah tudingan Gus Dur. Namun, masyarakat pasti paham dan setuju jika lembaga peradilan di Indonesia bisa dibeli oleh oknum tertentu, yang memiliki uang dan kekuasaan. Jika institusi penegak hukum, terutama peradilan tetap banyak dihuni mafia peradilan, maka rakyat Indonesia akan sulit mendapatkan keadilan di negeri ini.

Yang tidak boleh dilupakan, keluarnya keputusan majelis hakim semakin memperkuat hasil data Transparency Internasional (TI), di mana lembaga peradilan termasuk dalam jajaran teratas lembaga terkorup di Indonesia. Karena itu, perlu langkah luar biasa dari pemerintah untuk melakukan reformasi di bidang penegakan hukum di Indonesia. Dan jika terbukti ada majelis hakim terlibat dalam permainan hukum demi meloloskan tersangka Muchdi Pr, orang bersangkutan harus diseret untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Erik Purnama Putra

Gedung SC Lt.1 Bestari Unmuh Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: