Iklan PD Memutarbalikkan Fakta

Surabaya Post, (Sabtu, 31 Januari 2009)

Gencarnya pemutaran iklan Partai Demokrat di media massa (cetak maupun elektronik), yang isinya menjelaskan ‘prestasi’ yang telah dicapai pemerintahan Presiden SBY patut dikritisi. Pasalnya, hampir semua isi pesan yang disampaikan iklan itu hanya lah bentuk klaim sepihak dan bukan merupakan hasil menggembirakan dari kerja keras yang dicapai Partai Demokrat.

Misalnya, informasi tentang turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) tiga kali di masa pemerintahan SBY. Itu sebenarnya merupakan peristiwa alamiah, bukannya karena kehebatan kebijakan Presiden SBY dalam meluncurkan program kebijakan. Harga minyak mentah dunia yang berada di kisaran 40-an dolar AS adalah faktor yang membuat harga BBM bersubsidi dalam negeri yang dinikmati rakyat otomatis turun dengan sendirinya.

Pasalnya, turunnya harga BBM tiga kali tidak semata-mata hasil kerja keras Presiden SBY. Sehingga pesan iklan yang disampaikan Partai Demokrat yang seolah-olah bahwa turunnya harga premium dan solar akibat kebijakan Yudhoyono yang disebut pro rakyat hanya merupakan bentuk pengaburan realita. Karena itu, iklan Partai Demokrat sebanarnya bukan bentuk pencapaian positif pemerintah, melainkan sebuah bentuk kewajaran dan normal adanya yang disebabkan kondisi global. Dan jika tidak diturunkan, malah penguasa yang salah.

Dalam isi iklan tersebut juga masih ditampilkan ‘keberhasilan’ Partai Demokrat selama menjadi penyokong utama Presiden SBY, yaitu tentang maraknya pemberantasan korupsi karena di bawah pemerintah sekarang banyak koruptor yang ditangkap. Jika tidak cermat masyarakat bisa ‘tertipu’ dengan pesan iklan itu.

Pasalnya, keberhasilan pemerintah memberantas korupsi bukan lah karena kinerja eksekutif semata. Juga, ada unsur yudikatif, dan tentu aktor utamanya adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sehingga menggeneralisasi semuanya sebagai sebuah pencapaian Partai Demokrat yang mengawal Presiden SBY merupakan langkah pembodohan politik. Karena itu, sangat aneh sekali iklan Partai Demokrat yang secara masif menggembar-gemborkan segala bentuk prestasi pemerintah, sebab tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Yang patut ditekankan saat ini adalah semua keberhasilan dan pencapaian yang ditayangkan Partai Demokrat itu adalah hasil kerja keras pemerintahan. Bukan Presiden Yudhoyono, apalagi Partai Demokrat. Dan publik harus tahu itu semua.

Memang sasaran yang dituju Partai Demokrat pasti rakyat kecil dari kalangan pendidikan rendah supaya kalangan bawah itu merasa diuntungkan ketika Presiden SBY berkuasa. Namun alangkah malang rakyat kecil yang tidak tahu dengan benar fakta yang terjadi sesungguhnya.

Harusnya pemerintah, terutama Presiden SBY dan Partai Demokrat sadar bahwa masyarakat sudah semakin cerdas. Tingkat pendidikan mereka dibanding lima tahun lalu pasti berbeda. Sehingga tingkat rasionalitas masyarakat pasti terus bertambah dan tidak mudah terpengaruh iklan-iklan politik yang asal klaim dan isinya tidak mencerminkan keberan fakta. Karena itu dampak pencitraan Partai Demokrat melalui iklan itu hanya kaan bertahan sebentar selama iklan itu masih ditayangkan, dan akan dilupakan ketika iklan sudah tidak ditampilkan di media massa.

Erik Purnama Putra

Pegiat Pers Kampus Bestari UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: