Kecurangan Tidak Terbukti

Selasa, 27 Januari 2009 (Jurnal Nasional)

Hasil pencoblosan ronde ketiga Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Jawa Timur, yang dilaksanakan, Rabu (21/1), ternyata tidak berbeda jauh dari hasil sebelumnya. Kondisi itu terlihat dari hasil penghitungan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bangkalan dan Sampang, di mana ditetapkan pasangan Soekarwo dan Syaifullah Yusuf (Karsa) memenangi jumlah hasil pencoblosan ulang. Sehingga pasangan Karsa tetap unggul dan melenggang ke Grahadi tanpa catat.

Kondisi itu menyebabkan pasangan Karsa yang diusung Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN), sebagai pemenang sejati. Buktinya dari hasil Pilgub selama tiga kali, semuanya dimenangkan Karsa. Sehingga tidak perlu diragukan lagi pasangan Karsa adalah pilihan masyarakat Provinsi Jatim, yang ditentukan dengan proses demokratis.

Hasil menangnya Karsa juga mementahkan tudingan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji), yang sempat menilai tim sukses Karsa telah melakukan berbagai bentuk kecurangan dan pelanggaran sistematis. Sehingga kasus itu sampai dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk disidangkan, yang hasilnya menguntungkan pasangn Kaji. Karena dengan keluarnya keputusan MK, hasil pencoblosan di Bangkalan dan Sampang harus diulang.

Setelah pilgub diulang hingga diadakan ronde ketiga tetap pasangan Karsa yang menang. Sehingga dapat disebut tuduhan tim sukses Kaji ketika dibeberkan di pengadilan MK dan media massa tidak terbukti. Karena faktanya hasil pemilihan putaran kedua yang diributkan pasangan Kaji tidak banyak berubah dibanding Pilgub ronde ketiga. Karena itu, tim pasangan Karsa yang pernah dituduh melakukan berbagai pelanggaran oleh tim sukses Kaji hingga berakibat dibatalkannya kemenangannya pada ronde kedua Pilgub Jatim boleh bersyukur.

Sebagai warga Jatim, saya sangat senang akhirnya proses demokrasi pemilihan penguasa Grahadi berakhir sudah. Karena Pilgub Jatim sangat melelahkan dan sangat menguras biaya negara sangat tinggi, serta sudah cukup lama pemimpin Jatim dipegang oleh Penjabat Sementara, Setia Purwaka. Dan itu bukan pertanda bagus sebab terjadi kekosongan pucuk pimpinan.

Namun satu yang pasti, perselisihan dan dan rivalitas tanpa batas antara pasangan Karsa dan Kaji sudah tidak berlanjut dan masyarakat Jatim, terutama Madura, bisa tenang dan menjalani kehidupan normal. Tidak seperti sebelumnya yang harus terbagi menjadi dua kubu akibat saling dukung-mendukung dua calon pasangan gubernur.

Dan dari kejadian itu dapat ditarik kesimpulan bahwa tuduhan Kaji kepada Karsa hingga harus dibawa ke MK tidak terbukti sama sekali. Dan hasil putaran ketiga harus diterima dengan lapang dada. Pihak yang kalah harus legowo dan yang menang tidak boleh merendahkan yang kalah. Kedua pasangan calon harus menunjukkan sikap dewasa agar masyarakat Jatim dapat menilai bahwa proses demokrasi di Jatim dapat dijadikan contoh nasional.

Erik Purnama Putra

Aktivis Pers Kampus Bestari Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: